Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 156: Mbah Sadiman

Berikut adalah kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD halaman 156.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 156: Mbah Sadiman
Buku Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD
Berikut adalah kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD halaman 156. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut adalah kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD halaman 156.

Halaman tersebut berada di Bab 7 yang berjudul Sayangi Bumi.

Di halaman 156, siswa diminta untuk membuat ringkasan cerita dari teks "Mbah Sdaiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri".

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 156

Bahas Bahasa
Membuat Ringkasan

Ringkasan adalah singkatan cerita. Membuat ringkasan dalam cerita dilakukan dengan cara mengidentifikasi ide pokok dari cerita dan menuliskannya kembali secara singkat dan jelas.

Berikut ini adalah salah satu cara untuk belajar membuat ringkasan cerita.
Jawablah kelima pertanyaan panduan sesuai dengan isi teks "Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri".

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu, gabungkan jawaban tadi menjadi sebuah ringkasan yang baik dari isi teks tersebut. Gunakan kata penghubung yang tepat.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 156: Mbah Sadiman
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 156: Mbah Sadiman

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 154 155

Jawaban:

1. Siapa nama tokoh yang dibahas pada teks?

Jawaban: Mbah Sadiman, seorang warga Wonogiri.

2. Apa yang diinginkan sang tokoh?

Jawaban: Daerahnya menjadi hijau dan mudah dapat air bersih.

3. Apa masalah yang dihadapi tokoh tersebut?

Jawaban: Daerah tempatnya tinggal, Bukit Ampyangan dan Gendo, gersang karena banyak penebangan liar.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas