Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kunci Jawaban Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Halaman 36 Kurikulum Merdeka Bab 2: Pengemis Tua

Simak kunci jawaban Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD Kurikulum Merdeka halaman 36 pada bagian Ayo Kita Dalami.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Katarina Retri Yudita
zoom-in Kunci Jawaban Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Halaman 36 Kurikulum Merdeka Bab 2: Pengemis Tua
Tangkapan layar Buku Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Halaman 36
Kunci jawaban Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD Kurikulum Merdeka halaman 36 Bab 2: Ayo Kita Dalami 

"Siapa, Kau, beraninya minta makan padaku? Pergi dari sini!" Tuan rumah mengusirnya sambil menutup pintu agak keras.

Pemilik rumah megah itu adalah seorang punggawa istana Kerajaan Arengka.

Berbalut rasa sedih, pengemis tua itu ke luar rumah.

Dia melanjutkan langkahnya, sambil berharap ada orang yang mau menyisihkan sedikit rejekinya.

Pengemis tua itu pun melihat sebuah warung nasi.

Dia berharap pemilik warung berbaik hati untuk memberikan sedikit makanan.

"Kasihani saya, Bu, bolehkah saya meminta sedikit makanan?"

Rekomendasi Untuk Anda

Ibu pemilik warung itu menatap pengemis tua itu, tapi tak lama kemudian bau menyengat keluar dari tubuhnya... maka, spontan pemilik warung dan pelanggan yang sedang menikmati sajian makanan, menatapnya penuh amarah, menutup hidung, dan mengusir pengemis tua tersebut.

"Dasar pengemis busuk! Aku jadi tak punya selera; Pergi... pergi dari hadapanku!" kata seorang pelanggan seolah mengusir seekor anjing buduk.

Dengan hati sedih, sementara perut semakin menjerit didera lapar, pengemis itu pergi.

"Aduhh …. Tak kusangka penduduk negeri ini. Mereka tidak punya hati dan tidak peduli sedikitpun. Telah banyak rumah dan warung aku singgahi, tapi tak satu pun yang mau menyisihkan sedikit rejeki dan berbagi makanan. Padahal mereka tergolong orang-orang kaya," kata pengemis tua itu di dalam hati.

Perjalanan semakin berat, lelah, haus, dan lapar, ditambah panas menyengat, mendorong pengemis tua itu duduk berteduh di bawah pohon rindang.

Tak jauh dari pohon rindang itu, tampak sebuah gubuk yang miring hampir roboh, yang tak pantas di huni manusia.

Sebagian dinding gubug itu tampak terbuka dengan kayu-kayu yang lapuk tak tertata.

Badan yang lelah, tenggorokan kering, dan perut yang lapar membuat pengemis itu pun tertidur...

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas