Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Syarat Dai, Beserta Metode dan Strategi Dakwah

Keberhasilan dakwah dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya kepribadian dan karakter dai. Simak syarat dai, beserta metode dan strategi dakwah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nurkhasanah
Editor: Nuryanti
zoom-in Syarat Dai, Beserta Metode dan Strategi Dakwah
freepik
Ilustrasi dai - Keberhasilan dakwah dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya kepribadian dan karakter dai. Simak syarat dai, beserta metode dan strategi dakwah. 

b. Dakwah itu hakikatnya mengajak, jika disampaikan dengan marah, pihak lain akan menghindar terlebih dahulu, akibatnya bukan dekat, tetapi menjauh.

c. Jika dakwah dilakukan denga marah, itu sama artinya menutupi inti Islam sebagai agama yang menyelamatkan, menenteramkan, dan membahagiakan.

4. Memiliki ketabahan dan kesabaran yang tinggi dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan akibat dakwah yang dilakukan.

5. Menyadari dengan sepenuh hati bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan, mengajak, dan menyeru, tentang hasilnya diserahkan sepenuhnya hanya kepada Allah Swt.

6. Selalu berdoa kepada Allah Swt. agar dakwahnya mencapai kesuksesan.

Baca juga: Kemenag: Dakwah Bukan untuk Provokasi Atau Adu Domba Antar Umat Beragama

Metode Dakwah

Berikut ini acuan mengenai metode dakwah, sebagaimana isi kandungan dalam Q.S. al-Nahl/16 ayat 125:

Rekomendasi Untuk Anda

1. Meluruskan niat, bahwa dakwah itu bertujuan hanya kepada Allah Swt., bukan kepentingan lain, tetapi hanya mencari ridha-Nya.

2. Dakwah itu harus bijak (hikmah), mengetahui betul kondisi umat/jamaahnya, sehingga materi dan metode yang disampaikan tepat mengenai sararan.

3. Hindari cara-cara yang memaksa dan menakutkan apalagi cara teror, tetapi kedepankan cara mau’idhah hasanah.

Mau’idhah hasanah adalah cara yang damai, indah, santun, menenteramkan dan menyenangkan. 

Dengan menggunakan cara mau’idhah hasanah, materi dakwah dapat masuk dalam relung hati yang paling dalam.

Cara tersebut memang tidak mudah, tetapi dengan bertambahnya pengalaman, serta selalu memperbaharui rujukan atau bacaan, maka capaian tersebut bukan hal yang mustahil.

4. Lakukan dakwah dengan cara ber-mujadalah, yakni melalui dialog, diskusi, bahkan boleh juga berdebat, tetapi tetap menggunakan cara yang beradab, berlandaskan etika diskusi yang baik, serta tidak melakukan debat kusir, apalagi mau menang sendiri.

Baca juga: Kemenag: Penceramah Harus Perhatikan Kode Etik Dakwah

Strategi Dakwah

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas