Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 114 Bab 4 Tabel 4.4 dan 4.5

Berikut kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 8 halaman 114 pada Bab 4 yang berjudul "Melestarikan Budaya Bangsaku".

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 114 Bab 4 Tabel 4.4 dan 4.5
Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 114
Berikut kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 8 halaman 114 pada Bab 4 yang berjudul "Melestarikan Budaya Bangsaku". 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 8 halaman 114.

Soal halaman 114 ini berada dalam Bab 4 yang berjudul "Melestarikan Budaya Bangsaku".

Namun, sebelum melihat kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 8 halaman 114, siswa diharapkan dapat mengerjakan soal secara mandiri.

Buku Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas 8 ini ditulis oleh Tudi Setiawan, Tia Setiawati, Muhammad Sapei, dan Prayogo.

Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 3 Halaman 146-147 Kurikulum Merdeka Bab 4: Ayo, Bermain

Ayo, Mengamati dan Mengidentifikasi

Cobalah kalian amati dan kenali kearifan lokal dan budaya daerah kalian.

Setelah kalian mengamati berbagai kearifan lokal dan budaya daerah, identifikasilah kearifan lokal dan budaya daerah kalian yang masih terpelihara dan yang mulai memudar! Tuliskan penjelasan tersebut pada tabel berikut!

Berikut kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 8 halaman 114 pada Bab 4 yang berjudul
Berikut kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 8 halaman 114 pada Bab 4 yang berjudul "Melestarikan Budaya Bangsaku". (Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 114)
Rekomendasi Untuk Anda

Jawaban Tabel 4.4:

Dugderan

Dugderan merupakan perayaan menyambut bulan Ramadan yang dilakukan oleh umat Islam di Semarang, Jawa Tengah.

Tradisi ini juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat di sana.

Dugderan digelar oleh masyarakat Semarang dengan sokongan dari pemerintah.

Tradisi ini adalah cerminan dari perpaduan tiga etnis masyarakat Semarang: Jawa, Arab, dan Tionghoa.

Istilah Dugderan diambil dari perpaduan bunyi bedug 'dug dug' dan bunyi meriam yang mengikutinya, yakni 'der'.

Oleh sebab itu, upacara penyambutan bulan suci Ramadan tersebut disebut dengan nama Dugderan atau Dhug Der.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas