Halal Bihalal KAHMI Ciputat, Intelektual Muda HMI Ingatkan Pentingnya Independensi Kampus
Zezen Zainal Muttaqin menekankan pentingnya independensi kampus untuk kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia, serta menjaga otonomi pendidikan tinggi.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Glery Lazuardi
Zezen juga menyinggung pentingnya menjaga jarak ideal antara kampus dan kekuasaan.
"Tidak boleh terlalu jauh karena bisa teralienasi, tetapi juga tidak boleh terlalu dekat karena akan kehilangan daya kritis dan kebebasannya," ucapnya.
Dalam konteks HMI, Zezen menekankan bahwa independensi etis dan organisatoris adalah fondasi yang harus terus dijaga.
Zezen pun mengajak seluruh kader untuk tidak melupakan prinsip-prinsip itu dalam berorganisasi maupun dalam membangun masa depan bangsa melalui dunia pendidikan.
Menutup orasinya, Zezen menyampaikan pesan penting kepada para alumni HMI untuk memperjuangkan kembalinya fungsi otonomi kampus di Indonesia.
"Selama masih ada ketakutan untuk mengkritik karena takut dicopot sebagai rektor, kehilangan jabatan PNS, atau tidak dapat posisi penting, maka kita tidak akan pernah punya masa depan yang cerah,” ujarnya.
Baca juga: Hakim Saldi Isra Dorong Mahasiswa Gabungkan Gugatan UU TNI demi Kekuatan Substansi
Ia menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan hanya ketika kampus bebas dan otonom, ilmu pengetahuan dapat berkembang dan memberi kontribusi besar pada peradaban.
“Jika kita ingin sejarah itu kembali berulang dalam bentuk yang lebih baik di Indonesia, maka kembalikanlah otonomi kampus. Itulah kunci kemajuan peradaban,” pungkas Zezen.
Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M. Si, Ketua Muda Agama Mahkamah Agung RI dan Ketua Umum Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Y.M. Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum, Hakim Agung Mahkamah Agung RI Y.M. Dr. Edi Riadi, dan S.H., M.H, Hakim Yustisial Mahkamah Agung RI Dr. Ilman Hasjim, S.H.I., M.H.
Lalu Komisioner KPU Kota Bekasi Eli Ratnasari, Sekretaris Jenderal Komisaris PT. Freeport Indonesia, Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir, dan Ketua Yayasan Pengembangan Mahasiswa Insan Cita (YAPMIC) sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Abuddin Nata, M.A.
Baca tanpa iklan