Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa Chevening 2025, Kuliah S2 Gratis di Inggris, Ini Syaratnya
Kemenag dan Kedubes Inggris membuka pendaftaran Beasiswa S2 Kuliah di Inggris melalui program beasiswa bergengsi Chevening, cek syarat dan jadwalnya.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bersama Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta kembali membuka peluang emas bagi para akademisi, tenaga kependidikan, dan profesional muda di lingkungan Kemenag untuk melanjutkan studi jenjang S2 di Inggris melalui program beasiswa bergengsi Chevening.
Program ini menjadi bagian dari diplomasi pendidikan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang keagamaan, kebijakan publik, dan kepemimpinan global.
Chevening adalah program beasiswa penuh dari Pemerintah Inggris yang ditujukan bagi individu dengan potensi kepemimpinan tinggi dan latar belakang akademik yang kuat.
Jika menerima beasiswa Chevening, penerima akan menerima beasiswa penuh untuk belajar gelar master di universitas mana pun di Inggris.
Beasiswa ini mencakup biaya kuliah di universitas terkemuka di Inggris, tiket pesawat pulang-pergi, tunjangan hidup bulanan, biaya visa, serta dana tambahan untuk kegiatan akademik dan profesional.
Pendaftaran beasiswa S2 kuliah di Inggris ini dibuka mulai 5 Agustus 2025 sampai 7 Oktober 2025.
Kemudian seleksi awal pendaftar beasiswa akan berlansung di bulan Oktober sampai Desember 2025.
Proses seleksi berlangsung hingga pertengahan 2026, dan penerima beasiswa akan berangkat ke Inggris pada September 2026.
Syarat dan Kriteria Penerima
Berdasarkan informasi dari laman resmi chevening.org/eligibility berikut adalah syarat utama:
1. Menjadi warga negara dari salah satu dari 160+ negara atau wilayah yang memenuhi syarat Chevening.
2. Telah menyelesaikan pendidikan S1 dengan prestasi akademik baik.
Baca juga: Sosok Siswi SMP di Solo Dapat Beasiswa Pendidikan dari Prabowo, Berawal dari Sketsa Wajah
3. Memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun (setara 2.800 jam).
4. Tidak pernah menerima beasiswa dari Pemerintah Inggris sebelumnya.
5. Bersedia kembali ke Indonesia minimal dua tahun setelah menyelesaikan studi.
6. Tunjukkan potensi kepemimpinan masa depan yang luar biasa.
Baca tanpa iklan