Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Konsep Play-based Learning, Anak-anak PAUD Belajar Lewat Bermain untuk Bangun Pondasi Akademik

Penerapan konsep pembelajaran play-based learning dinilai paling tepat untuk memulai pendidikan pada usia dini (PAUD)

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Konsep Play-based Learning, Anak-anak PAUD Belajar Lewat Bermain untuk Bangun Pondasi Akademik
HandOut/IST
BELAJAR LEWAT BERMAIN - Inkeri Aimonen, Chief Executive Officer HEI Schools & LILIPODS Headquarter Representative (tengah) dan Astrid Triandini, Principal Lillipods Preschool (paling kanan) di acara talkshow pengenalan konsep Play-based Learning untuk pendidikan anak-anak PAUD di BSD, Tangerang, Selasa, 19 Agustus 2025. 

Menurut Teddy Koentjoro, Co-founder Lillipods, metode pembelajaran semacam ini bisa menjadi solusi bagi orang tua yang bekerja di ibu kota.

Minister Counsellor Deputy Head of Mission Kedubes Finlandia di Jakarta mengatakan, tanpa pendidikan anak tidak akan memiliki masa depan. 

"Pendidikan adalah segalanya. Dengan anak bermain mereka belajar problem solving. Metode ini yangs elama ini diterapkan di Finlandia," ungkapnya.

Inkeri Aimonen, Chief Executive Officer HEI Schools & LILIPODS Headquarter Representative, mengaku senang bisa membawa konsep pendidikan anak PAUD dengan pendekatan bermain ke Indonesia. 

"Ini adalah tentang bagaimana anak anak belajar. Kami telah melokalisasi dengan budaya Indonesia dan tahapan pendidikan yang berlaku di Indonesia," ungkapnya.

Dia menilai, guru guru PAUD di Indonesia sangat passionate dan kreatif untuk menciptakan suasana belajar yang seru untuk anak anak.

"Soal tantangan apakah anak bisa survive ketika melanjutkan ke sekolah nasional, peran orangtua untuk memperkenalkannya agar anak secara emosional dan mental tetap happy menjalani pembelajaran," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Apakah setelah ini anak harus belajar di level SD seperti metode di Finlandia? Astrid menegaskan, tidak perlu.

Baca juga: Menteri Wihaji: Anak-anak PAUD Perlu Diberi Pelajaran tentang Pancasila

"Kita membangun pondasi yang kuat pada anak agar ketika naik level di atasnya anak sudah memiliki pondasi yang kuat dan skill beradaptasi yang lebih baik ketika belajar di tingkat lanjutan," ungkap Astrid. "Ketika kita memberi anak anak belajar dengan metode bermain, kita tidak melepaskan kebutuhan akademiknya," imbuhnya. (tribunnews/fin)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas