Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Matematika, dari Pelajaran Menakutkan Menjadi Pelajaran Favorit

Topik hangat tentang Wink, metode belajar Matematika menyenangkan layaknya bermain yang direkomendasikan oleh psikolog.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Matematika, dari Pelajaran Menakutkan Menjadi Pelajaran Favorit
Istimewa
BELAJAR MATEMATIKA - Wink adalah program pembelajaran terpadu yang mencakup total 4 mata pelajaran. Tidak hanya Matematika, tetapi juga Bahasa Inggris, Fonik (Phonics), dan Bahasa Indonesia, total empat mata pelajaran yang dirancang khusus untuk anak usia 3–7 tahun. 

TRIBUNNEWS.COM - "Masih ingat rasanya menyerah bahkan sebelum ujian dimulai?"

Pengalaman cemas yang muncul begitu pelajaran Matematika dimulai sejak kecil.

Bagi orang tua yang pernah merasakan “Math anxiety” atau kecemasan terhadap Matematika seperti ini, tentu tidak ingin anaknya mengalami hal yang sama.

Psikolog Saskhya adalah salah satu orang tua yang merasakan hal tersebut. Mengenang masa kecilnya, ia berkata “Saya adalah anak yang langsung merasa tertekan dan tegang setiap kali pelajaran Matematika dimulai. Karena itu, saya tidak ingin anak saya merasa takut terhadap Matematika seperti saya dulu.”

Bagaimana Kecemasan Matematika Terbentuk?

Mengutip hasil penelitian, Saskhya menjelaskan, “Akar utama dari kecemasan Matematika berasal dari pengalaman 

negatif di awal proses belajar.”Khususnya, ketika anak dimarahi karena melakukan kesalahan, atau dibanding-bandingkan dengan anak lain, kemudian muncullah pemikiran "Tidak boleh salah" atau "Aku memang tidak bisa Matematika."

Rekomendasi Untuk Anda

Jika perasaan ini terus berulang, anak menjadi takut berbuat salah, merasa tegang hanya dengan melihat angka, dan akhirnya menumpuk emosi negatif terhadap Matematika.

Maka Pilihannya Jatuh pada Wink

Dengan alasan tersebut, ia berusaha mencari cara agar putranya, Saga, dapat mengenal Matematika dengan cara yang menyenangkan. Hasilnya, pilihan Saskhya jatuh pada Wink, metode smart learning asal Korea.

Wink bukan hanya sekadar menonton video biasa, melainkan sebuah sistem pembelajaran multisensori yang melibatkan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan tangan untuk berinteraksi secara aktif.

“Saga menerima proses belajar ini bukan sebagai “belajar”, melainkan seperti “bermain,” sehingga secara alami minatnya terhadap Matematika terus tumbuh. Bahkan setelah mulai belajar Matematika dengan Wink, Saga tidak lagi merasa enggan terhadap angka-angka” ungkap Saskhya.

Ia pun sangat merekomendasikan metode belajar Wink karena perubahan positif yang dialami putranya.

Tak Hanya Matematika, Tapi Juga Bahasa Inggris, Phonics, dan Bahasa Indonesia

Wink adalah program pembelajaran terpadu yang mencakup total 4 mata pelajaran. Tidak hanya Matematika, tetapi juga Bahasa Inggris, Fonik (Phonics), dan Bahasa Indonesia, total empat mata pelajaran yang dirancang khusus untuk anak usia 3–7 tahun.
Program ini disusun dengan kurikulum yang dioptimalkan khusus untuk anak usia dini 3–7 tahun, dan seluruh mata pelajaran dapat diakses melalui satu sistem terpadu, menjadikannya sangat praktis dan efisien.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas