Kunci Jawaban Pendidikan Agama Katolik Kelas 8 Halaman 76, 77, 78 Bab 4 Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Katolik Kelas 8 Halaman 76, 77, 78 Bab 4 Peranan Roh Kudus Bagi Murid Yesus Kurikulum Merdeka
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
2. Bacalah dua kasus berikut ini!
Kasus pertama
Ketika sedang ulangan, Andi terlihat mencontek. Agus dan beberapa teman yang duduk di belakang Andi melihat proses Andi yang sedang mencontek tersebut. Ketika selesai ulangan, Andi menghampiri Agus dan berkata, “Awas! Kalau kamu mengadukan aku ke guru, tahu sendiri akibatnya.” Agus ketakutan terhadap ancaman Andi. Ketika guru mengoreksi hasil ulangan, ada kecurigaan kalau Andi mencontek, maka dipanggilah Agus yang duduk di belakang Andi. “Bapak dengar, kamu melihat kalau Andi menyontek saat ulangan ya?” tanya guru kepada Agus. Agus kemudian ingat ancaman Andi, lalu berkata pada guru, “Maaf Pak, saya tidak lihat. Betul Pak, saya tidak lihat.”
Kasus kedua
Petrus adalah murid Yesus yang paling berani. Oleh Yesus, Petrus ditunjuk untuk menjadi pemimpin di antara para rasul. Namun, ketika Yesus ditangkap dan Petrus ada di situ, ia menyangkal bahwa dirinya adalah salah satu murid Yesus. Petrus tidak berani berkata “ya, tetapi berkata “bukan.” Bahkan hal itu terjadi sampai tiga kali.
3. Lakukanlah pendalaman atas dua kasus tersebut di atas melalui aktivitas tanya jawab bersama guru dan teman kalian. Pokok pertanyaan:
a. Mengapa Agus tidak berani menyatakan kebenaran?
b. Menurutmu kira-kira apa akibat dari sikap Agus yang tidak mau menyatakan kejadian yang sebenarnya?
c. Mengapa Petrus tidak berani mengakui bahwa ia adalah salah satu daru murid
Yesus?
d. Pelajaran apa yang kalian petik dari dua kasus di atas?
Jawaban:
1. a. Yesus naik ke surga dengan disaksikan para murid di Bukit Zaitun.
b. Sebelum naik ke surga, Yesus berjanji akan mengutus Roh Kudus untuk menyertai dan menguatkan para murid-Nya.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 64, Kegiatan 4 Contoh Cerpen
3. Kasus Pertama (Agus dan Andi)
a. Agus tidak berani menyatakan kebenaran karena takut dengan ancaman Andi.
b. Akibatnya, kebenaran tidak terungkap, Andi tidak belajar dari kesalahannya, dan Agus sendiri menjadi tidak jujur.