Pengertian dan Contoh Peribahasa dalam Bahasa Indonesia
Pengertian peribahasa dalam Bahasa Indonesia lengkap dengan contoh soalnya, ada beberapa contoh peribahasa perumpamaan, nasihat hingga tingkah laku.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Inillah pengertian peribahasa dalam Bahasa Indonesia lengkap dengan contoh soalnya.
Dalam bahasa Indonesia ada kalimat kiasan tertentu yang tersusun dari kelompok kata yang indah yang disebut dengan peribahasa.
Ada beberapa contoh peribahasa dalam Bahasa Indonesia yang dipakai sebagai perumpamaan, nasihat hingga aturan tingkah laku.
Lantas, apa yang dimaksud dengan peribahasa?
Pengertian Peribahasa dalam Bahasa Indonesia
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang mengiaskan maksud tertentu.
Peribahasa dapat berupa perbandingan atau perumpamaan yang berisikan nasihat, prinsip, atau aturan tingkah laku.
Contoh Peribahasa dan Maknanya
1. Bagai telur di ujung tanduk
Makna: dalam keadaan kritis atau berbahaya.
2. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
Makna: menghormati dan menyesuaikan diri dengan adat dan kebiasaan di tempat yang dikunjungi.
3. Habis manis sepah dibuang
Makna: setelah mendapatkan manfaat atau keuntungan dari seseorang, mereka akan dilupakan atau diabaikan.
Baca juga: Apa Itu Teks Anekdot? Ini Pengertian, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya
4. Nasi sudah menjadi bubur
Makna: suatu hal atau situasi sudah tidak dapat diubah atau dikembalikan seperti semula.
5. Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga
Makna: sepandai-pandinya seseorang pasti bisa membuat kesalahan juga.
6. Sambil menyelam minum air
Makna: seseorang melakukan dua hal sekaligus atau memanfaatkan kesempatan dengan baik.
7. Seperti ketiban durian runtuh
Makna: seseorang mendapatkan rejeki atau keberuntungan yang besar.
8. Seperti katak dalam tempurung
Makna: seseorang yang memiliki pandangan terbatas atau tidak terbuka.
Contoh Soal Latihan
1. Sungguh Umar seperti …. Tiba-tiba saja ia mendapat hadiah undian, pergi naik haji gratis. Padahal, sebelumnya ia pesimis bisa berangkat haji karena masalah biaya.
Baca tanpa iklan