Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pimpinan Komisi X DPR Setuju Sekolah Ajarkan Bahasa Portugis, Tapi Perlu Pertimbangan Serius

Lalu Hadrian Irfani menyatakan setuju dengan langkah pemerintah yang berupaya memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia.

zoom-in Pimpinan Komisi X DPR Setuju Sekolah Ajarkan Bahasa Portugis, Tapi Perlu Pertimbangan Serius
Tribunnews/Jeprima
BAHASA PORTUGIS - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani menyatakan setuju dengan langkah pemerintah yang berupaya memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia. Foto menunjukkan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memberikan keterangan kepada rekan media saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Tribunnews/Jeprima 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto berencana agar sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan bahasa Portugis
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB menyatakan setuju dengan langkah pemerintah tersebut
  • Namun ia menegaskan perlu adanya pertimbangan serius

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani menyatakan setuju dengan langkah pemerintah yang berupaya memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia.

Salah satunya pemerintah melalui keinginan Presiden RI Prabowo Subianto berencana agar sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan bahasa Portugis.

Baca juga: 5 Fakta Unik Bahasa Portugis yang Diinstruksikan Prabowo untuk Diajarkan di Sekolah: Ada 4 Diakritik

"Kami tentu menyambut baik setiap upaya pemerintah dalam memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia," ujar Lalu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/10/2025).

Meski demikian, ia menegaskan perlu adanya pertimbangan serius.

Dia meminta pemerintah untuk memastikan bahwa pengajaran bahasa Portugis, seperti halnya bahasa asing lainnya, memiliki dasar yang jelas.

 

Rekomendasi Untuk Anda

 

Aspek yang harus menjadi pertimbangan yakni segi manfaat strategis, hubungan diplomatik, maupun relevansi dengan kebutuhan masa depan siswa.

"Kami berharap Kementerian Pendidikan juga melakukan kajian terkait potensi kerja sama dengan negara-negara berbahasa Portugis, seperti Brasil, Portugal, dan Timor Leste, serta dampak implementasinya terhadap kurikulum yang sudah padat," ucapnya.

Menurut Lalu Hadrian, kebijakan pendidikan bahasa asing harus dirancang dengan perencanaan yang matang dan serius.

Tujuannya agar mampu memperkuat daya saing global pelajar Indonesia tanpa mengabaikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai identitas nasional.

"Prinsipnya, kami mendukung kebijakan pendidikan yang memperkuat daya saing global pelajar Indonesia, selama dilakukan dengan perencanaan matang dan tetap menjaga prioritas bahasa Indonesia serta bahasa daerah sebagai identitas bangsa," tegasnya.

Terhadap hal ini, dirinya mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) harus segera menerjemahkan apa yang menjadi harapan Presiden.

Legislator dari Fraksi PKB itu meminta agar masukan dari Presiden itu segera diterapkan di sekolah-sekolah.

"Pada prinsipnya kami sangat mendukung langkah dan rencana Presiden Prabowo Subianto. Mendiktisaintek dan Mendikdasmen harus segera menerjemahkan keputusan Presiden tersebut agar bisa segera diterapkan di sekolah-sekolah," tandasnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas