Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 43, Ayo Berlatih Bab 2
Soal ini terdapat pada buku buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X Kurikulum Merdeka, tepatnya pada Ayo Berlatih, yang berlokasi di Halaman 43.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA Kelas X Kurikulum Merdeka karya Ayuk Ratna Puspaningsih, Elizabeth Tjahjadarmawan, dan Niken Resminingpuri Krisdianti, siswa disajikan pembahasan mendalam mengenai dunia mikroskopis, khususnya virus.
Materi ini dibahas secara spesifik dalam Bab 2: Virus dan Peranannya, di mana pemahaman tentang peran virus, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan, serta mekanisme penularannya, menjadi fokus utama.
Tepatnya, soal yang dimaksud terdapat pada kegiatan Ayo Berlatih, yang berlokasi di Halaman 43.
Buku ini diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan berfungsi sebagai sumber referensi esensial bagi siswa di jenjang SMA.
Aktivitas "Ayo Berlatih" dirancang untuk menguji dan mengasah pemahaman siswa setelah mempelajari Bab 2 secara keseluruhan.
Latihan ini biasanya mencakup berbagai format soal, mulai dari menjodohkan, menganalisis studi kasus (seperti uji efikasi vaksin), hingga memahami konsep bioteknologi yang berkaitan dengan virus (seperti dalam pembuatan insulin).
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan pemahaman konsep dasar tentang karakteristik, siklus hidup, peran, serta aplikasi virus dalam kehidupan dan teknologi, sekaligus mengembangkan keterampilan siswa dalam menganalisis data dan memecahkan masalah.
Berikut adalah Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 43, Ayo Berlatih Bab 2 yang dapat dijadikan sebagai panduan belajar atau bahan diskusi untuk memperdalam pemahaman materi.
Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 43
Ayo Berlatih
- Jodohkanlah nama virus dan penyakit yang benar!
Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 35, Aktivitas 2.1
Polio
AIDS
Rabies
Mosaik
Demam Berdarah
Rhabdovirus
TMV
Virus Dengue
HIV
Poliovirus
Jawaban:
Polio - Poliovirus
AIDS - HIV
Rabies - Rhabdovirus
Mosaik - TMV
Demam Berdarah - Virus Dengue
2. Melalui bioteknologi, insulin dapat dihasilkan dari sel bakteri. Gambar 2.5 adalah bagan pembentukan insulin.
(Bagan menunjukkan proses rekayasa genetika: memotong gen insulin dari sel manusia dan plasmid dari bakteri menggunakan Enzim Restriksi, menggabungkannya menggunakan Enzim Ligase menjadi DNA rekombinan, memasukkan DNA rekombinan ke dalam sel inang (bakteri), kloning bakteri, dan menghasilkan insulin.)
Berdasarkan bagan tersebut, pada proses manakah kita bisa memanfaatkan virus dalam pembuatan insulin?
Jawaban:
Berdasarkan bagan pembentukan insulin melalui rekayasa genetika yang ditunjukkan, tidak ada proses yang secara eksplisit memanfaatkan virus.
Namun, dalam teknik rekayasa genetika secara umum (di luar konteks bagan spesifik ini), virus dapat dimanfaatkan sebagai vektor (alat pengangkut gen) untuk memasukkan DNA rekombinan ke dalam sel target.
Penjelasan Konteks Bagan: Dalam bagan di atas, pembawa gen (vektor) yang digunakan adalah Plasmid (DNA melingkar dari bakteri), bukan virus. DNA rekombinan dimasukkan langsung ke dalam sel inang (bakteri) untuk proses kloning dan produksi insulin.
Pemanfaatan Virus Secara Umum: Dalam bioteknologi lain, virus yang dimodifikasi (misalnya, Adenovirus atau Retrovirus) dapat digunakan untuk membawa gen terapeutik (seperti gen insulin) ke dalam sel manusia dalam terapi gen. Virus yang dimanfaatkan untuk tujuan ini disebut vektor virus.
Kesimpulan untuk bagan ini: Proses pada bagan tidak memanfaatkan virus, melainkan menggunakan plasmid sebagai vektor.
3. Bacalah intisari artikel yang berjudul Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen, Bagaimana Cara Menghitungnya? yang ditulis oleh Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas.
Vaksin Covid-19 Sinovac secara resmi diijinkan digunakan diIndonesia. Nilai efikasi vaksin sinovac di bandung sebesar 65,3 persen, hal ini berbeda dengan nilai efikasi vaksin sinovac di Brasil yaitu sebesar 78?n di Turki sebesar 91,75 persen. Bagaimana cara menghitung nilai efikasi vaksin sinovac di Bandung sehingga nilainya berbeda dengan negara lainnya?
Uji vaksin Sinovac di Bandung melibatkan 1.600 orang, terdapat 800 orang yang menerima vaksin, dan 800 orang yang mendapatkan placebo (vaksin kosong). Pada kelompok yang menerima vaksin ada 26 yang terinfeksi Covid-19 atau 3,25 persen, sedangkan dari kelompok placebo ada 75 orang yang terkena Covid-19 atau 9,4%. Nilai efikasinya adalah
(0,094–0,0325)/0,094 × 100% = 65,3%. Dengan demikian nilai efikasi adalah perbandingan antara kelompok yang diberi vaksin dengan kelompok yang diberi placebo.
Untuk memperoleh informasi lebih detail tentang artikel ini, silahkan membaca artikel pada https://www.kompas.com/sains/read
Berdasarkan artikel tersebut, jawablah pertanyaan berikut.
a. Apakah variabel terikat dan variabel bebas dalam penelitian tersebut?
Jawaban:
Variabel Bebas (Independent Variable): Perlakuan yang diberikan kepada subjek penelitian, yaitu Pemberian Vaksin Sinovac (dibandingkan dengan pemberian placebo/vaksin kosong).
Variabel Terikat (Dependent Variable): Hasil yang diukur sebagai respons terhadap perlakuan, yaitu Tingkat Kejadian Infeksi Covid-19 (persentase orang yang terinfeksi di masing-masing kelompok).
b. Jika seandainya dilakukan uji efikasi vaksin sinovac di suatu daerah dengan pengujian kepada 500 orang yang menerima vaksin dan 500 orang sebagai pembanding dan ditemukan 20 orang yang menerima vaksin mengalami Covid-19, sedangkan 100 orang kelompok pembanding mengalami Covid-19. Berapakah efikasi vaksin tersebut!
Jawaban:
Jika seandainya dilakukan uji efikasi vaksin Sinovac di suatu daerah dengan pengujian kepada 500 orang yang menerima vaksin dan 500 orang sebagai pembanding, dan ditemukan 20 orang yang menerima vaksin mengalami Covid-19, sedangkan 100 orang kelompok pembanding mengalami Covid-19. Berapakah efikasi vaksin tersebut?
I. Efikasi vaksin dihitung dengan rumus:
Efikasi = (Insidensiplacebo - Insidensi vaksin): Insidens placebo) X 100 persen
Hitung Insidensi di Kelompok Placebo (Insidensi placebo) =
Jumlah kasus di kelompok pembanding: 100
Total subjek di kelompok pembanding: 500
Insidensiplacebo = 100/500 = 0,20
II. Hitung Insidensi di Kelompok Vaksin (Insidensivaksin):
Jumlah kasus di kelompok vaksin: 200
Total subjek di kelompok vaksin: 500
Insidensi placebo = 20/500 = 0,4
III. Hitung Efikasi:
Efikasi = (0,20 - 0,040)/0,20 x 100 persen
Efikasi = 0,16/0,20 x 100 persen
Efikasi = 0,80 x 100 persen
Efikasi = 80 persen
Efikasi vaksin tersebut adalah 80%.
c. Tentukan apakah aktivitas penelitian dalam menguji efikasi virus benar atau salah.
Jawaban:
Orang yang akan diberikan vaksin harus dalam kondisi sehat. (Benar)
Jumlah orang yang diberikan vaksin boleh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembanding. (Salah)
Apa alasan Kalian menyatakan benar atau salah?
Jawaban:
Orang yang akan diberikan vaksin harus dalam kondisi sehat: BENAR.
Alasan: Uji klinis vaksin (efikasi) harus dilakukan pada subjek yang memenuhi kriteria kesehatan tertentu (biasanya sehat atau dengan kondisi stabil) agar immune system (sistem kekebalan) dapat merespons vaksin secara optimal, dan untuk meminimalkan risiko efek samping yang mungkin timbul akibat interaksi vaksin dengan kondisi penyakit lain yang tidak terkontrol. Kondisi kesehatan yang seragam juga membantu memvalidasi hasil penelitian.
Jumlah orang yang diberikan vaksin boleh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembanding: SALAH.
Alasan: Dalam desain uji klinis yang baik, kelompok perlakuan (penerima vaksin) dan kelompok pembanding (penerima placebo) harus memiliki jumlah subjek yang sama (rasio 1:1) dan karakteristik yang seimbang (disebut alokasi acak/randomisasi). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perbandingan insidensi penyakit antara kedua kelompok valid dan perbedaan hasil semata-mata disebabkan oleh intervensi (vaksin), bukan karena bias statistik atau perbedaan ukuran sampel.
Disclaimer:
- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.
(Tribunnews.com/Farra)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.