Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Meja Kursi Belajar Berbasis Daur Ulang, Sarana Edukasi Pengurangan Sampah Plastik

Para siswa diajak mengenal proses daur ulang mulai dari pemilahan sampah, pengolahan plastik menjadi pellet, hingga pembentukan produk furnitur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Meja Kursi Belajar Berbasis Daur Ulang, Sarana Edukasi Pengurangan Sampah Plastik
HO/IST
DAUR ULANG - Blue Generation berkolaborasi dengan Happy Hearts Indonesia untuk mendonasikan seperangkat fasilitas belajar berbahan dasar plastik daur ulang kepada salah satu sekolah di Jakarta. Setiap set membutuhkan sekitar 15 kilogram plastik daur ulang, sehingga total 300 kilogram atau sekitar 27.000 botol plastik berhasil dialihkan dari potensi menjadi limbah. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Sekolah di Jakarta menerima meja dan kursi berbahan plastik daur ulang hasil kolaborasi Blue Generation dan Happy Hearts Indonesia.
  • Total 300 kg plastik atau 27.000 botol bekas dimanfaatkan kembali.
  • Program ini sekaligus edukasi siswa tentang pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya pengurangan sampah plastik terus berkembang melalui berbagai inovasi, salah satunya adopsi furnitur berbahan daur ulang di lingkungan pendidikan. 

Pemerintah mencatat meningkatnya minat pasar terhadap produk furnitur ramah lingkungan, khususnya yang memanfaatkan material daur ulang seiring menguatnya kesadaran masyarakat terhadap konsep ekonomi sirkular.

Peningkatan minat tersebut mendorong produsen lokal mengembangkan material alternatif, termasuk plastik pascakonsumsi, untuk menjawab persoalan limbah yang kian mengkhawatirkan.

Baca juga: Asosiasi Bank Sampah: Penguatan Hulu Mutlak untuk Menjamin Efektivitas PSEL

Tren inovasi pun terlihat dalam bentuk furnitur modular, knock-down, hingga meja dan kursi berbahan kemasan plastik bekas.

Pendiri Blue Generation, Maddison Kurniawan, menilai bahwa tantangan lingkungan global menuntut hadirnya solusi yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam upaya pengelolaan limbah.

Rekomendasi Untuk Anda

“Perlu hadir solusi yang mendorong partisipasi aktif dalam mengurangi limbah, memanfaatkan kembali material, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Sebagai implementasi dari gagasan tersebut, Blue Generation berkolaborasi dengan Happy Hearts Indonesia untuk mendonasikan seperangkat fasilitas belajar berbahan dasar plastik daur ulang kepada salah satu sekolah di Jakarta.

Inisiatif ini tidak hanya menyediakan sarana belajar, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengurangan sampah plastik sejak usia dini.

Dalam kegiatan donasi tersebut, Blue Generation menyerahkan 20 set meja dan kursi kepada SMP Yaspi di Jakarta Utara.

Setiap set membutuhkan sekitar 15 kilogram plastik daur ulang, sehingga total 300 kilogram atau sekitar 27.000 botol plastik berhasil dialihkan dari potensi menjadi limbah.

“Kami ingin membangun budaya tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus memudahkan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan mendaur ulang,” kata Maddison.

Meskipun kontribusi ini belum sebanding dengan volume sampah plastik nasional yang mencapai jutaan ton per tahun, inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara sektor swasta, lembaga pendidikan, dan komunitas untuk mengurangi beban lingkungan.

Literasi Sampah Plastik Lewat Pengalaman Nyata

Pendiri Blue Generation lainnya, Dylan Michael Jaya, menjelaskan bahwa Indonesia menjadi fokus utama program karena tingginya tingkat polusi plastik, khususnya di kawasan perkotaan dan pesisir.

Untuk memperkuat pesan edukasi, Blue Generation juga mengadakan lokakarya dan praktik daur ulang di sekolah penerima donasi.

Para siswa diajak mengenal proses daur ulang mulai dari pemilahan sampah, pengolahan plastik menjadi pellet, hingga pembentukan produk furnitur.

“Dengan memberi pengalaman nyata tentang bagaimana sampah diolah menjadi barang berguna, kami berharap kesadaran itu bertahan seumur hidup,” kata Dylan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas