Kunci Jawaban PJOK Kelas 7 Halaman 104 Bab 4: Belajar tentang Kemalasan Sosial
Kunci jawaban PJOK kelas 7 SMP/MTs halaman 104 Kurikulum Merdeka, Bab 4. Belajar tentang kemalasan sosial
Penulis:
Siti Nurjannah Wulandari
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Kunci jawaban PJOK kelas 7 SMP/MTs halaman 104 Kurikulum Merdeka, Bab 4.
Pelajaran PJOK karya Ebta Heri Susanto dan Muhajir tahun 2024 bab membahas tentang Kerja Sama dalam Sebuah Tim.
Pada bab ini, murid akan belajar tentang kepaduan tim, memperagakan kerja sama dalam sebuah permainan, serta menganalisis dan mempraktikkan taktik dan strategi dalam tim.
Selain itu, murid akan belajar menganalisis dan memperagakan berbagai peran dalam olahraga
Setelah mempelajari secara sederhana tentang belajar kerja sama dalam sebuah tim, siswa diminta soal di Aktivitas 4.1.
Aktivitas 4.1 siswa diminta menjawab tiga soal belajar tentang kemalasan sosial.
Kunci jawaban PJOK kelas 7 halaman 104 hanya digunakan sebagai referensi untuk belajar siswa di rumah.
Kunci Jawaban PJOK Kelas 7 Halaman 104 Kurikulum Merdeka
Aktivitas 4.1
Baca juga: Kunci Jawaban PJOK Kelas 7 Kurikulum Merdeka Halaman 96-97 Bab 3 Uji Kompetensi
Belajar tentang Kemalasan Sosial
1. Kemalasan sosial (social loaing) adalah fenomena di mana individu cenderung mengurangi usaha atau kontribusi saat mereka berada dalam sebuah kelompok dibandingkan saat mereka bekerja sendiri. Diskusikan bersama kelompokmu apa alasan di balik fenomena social loaing dalam tim serta cara menguranginya dengan cara yang positif! Diskusikan dampaknya terhadap anggota tim lainnya!
2. Apakah kamu memiliki tim saat ini? Misalnya, tim kelompok belajar, band, basket, futsal, dan sebagainya. Faktor apa yang dapat menyatukan anggota kelompok atau tim? Faktor apa saja yang dapat membedakan anggota tim? Bagaimana konlik yang dikelola dalam tim tersebut?
3. Jelaskan strategi untuk meningkatkan tim!
Jawaban
1. Kemalasan sosial (social loafing) disebabkan karena beberapa hal, di antaranya
- Difusi tanggung jawab: ketika bekerja dalam kelompok besar, seseorang merasa tanggungjawabnya terbagi. Mereka berpikir, "Ada orang lain yang akan melakukannya."
- Kurangnya Akuntabilitas: Jika hasil kerja hanya dinilai secara kolektif tanpa ada penilaian individu, seseorang merasa usaha maksimalnya tidak akan terlihat, begitu juga dengan kemalasannya.
- Efek "Sucker" (Pecundang): Seseorang mengurangi usaha karena mereka tidak ingin menjadi satu-satunya orang yang bekerja keras sementara anggota lain bersantai.
Cara positif mengurangi kemalasan
- Menetapkan Peran yang Jelas: Berikan tugas spesifik kepada setiap anggota agar kontribusi mereka dapat diukur secara individu.
- Meningkatkan Motivasi Intrinsik: Pastikan setiap anggota memahami betapa pentingnya peran mereka terhadap kesuksesan tujuan akhir.
- Evaluasi Rekan Sejawat: Gunakan sistem penilaian antar anggota tim secara jujur dan membangun.
Dampak terhadap anggota lain:
- Penurunan Moral: Anggota yang bekerja keras akan merasa kesal dan kehilangan semangat (demotivasi).
- Kelelahan (Burnout): Anggota yang rajin harus bekerja ekstra keras untuk menutupi kekurangan anggota yang malas.
- Ketegangan Hubungan: Munculnya konflik interpersonal dan rasa tidak percaya antar anggota.
2. Faktor yang Menyatukan Anggota Tim:
- Tujuan Bersama (Shared Goals): Keinginan untuk menang (dalam olahraga) atau mendapatkan nilai bagus (dalam belajar).
- Identitas Kelompok: Rasa bangga menjadi bagian dari tim tersebut (misal: memakai jersey yang sama).
- Komunikasi yang Terbuka: Adanya ruang untuk saling mendengarkan dan menghargai pendapat.
Baca tanpa iklan