Hasil TKA SD–SMP Masuk Skema Jalur Prestasi SPMB, Porsinya Ditentukan Pemda
TKA SD-SMP akan digelar pada tahun 2026. Hasil TKA nantinya akan berperan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya pada jalur prestasi.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, BSKAP juga menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi gangguan teknis, terutama yang berkaitan dengan cuaca ekstrem, listrik, maupun jaringan internet.
Sebagai bentuk antisipasi, pemerintah menyiapkan jadwal ujian susulan pada 19 Mei 2026 bagi satuan pendidikan yang mengalami hambatan dalam pelaksanaan utama.
“Kejadian sebelumnya menjadi bahan refleksi. Untuk kondisi yang tidak terprediksi, seperti cuaca ekstrem, kami sudah mengantisipasi melalui jadwal ujian susulan,” jelas Toni.
Penyesuaian Durasi dan Kualitas Soal
BSKAP juga melakukan evaluasi terhadap waktu pengerjaan soal berdasarkan masukan dari sekolah pada pelaksanaan sebelumnya.
Untuk jenjang SD dan SMP, durasi ujian diperpanjang dan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik.
Soal-soal TKA telah melalui proses uji coba, baik dari segi jumlah maupun tingkat kesulitan, agar asesmen tetap adil dan informatif.
TKA Bukan untuk Ranking, tetapi Pemetaan Kompetensi
Kemendikdasmen menekankan bahwa hasil TKA tidak digunakan untuk pemeringkatan sekolah atau murid.
Sebaliknya, asesmen ini berfungsi sebagai alat diagnosis untuk membaca kondisi riil capaian akademik peserta didik.
“TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah,” ucap Abdul Mu’ti, dikutip dari puslapdik.kemendikdasmen.go.id.
Sementara itu, Toni menegaskan bahwa TKA merupakan bagian dari upaya memperbaiki proses pembelajaran secara berkelanjutan, termasuk melalui pelatihan guru, penyempurnaan kurikulum, dan perubahan paradigma belajar.
Hasilnya menjadi sinyal untuk memperbaiki proses, termasuk pelatihan guru dan perubahan paradigma pembelajaran,” terang Toni.
Selain itu, hasil TKA nantinya dapat diakses melalui dasbor pemetaan per wilayah, sehingga pemerintah dan sekolah dapat melihat kebutuhan nyata di lapangan.
“Hasil asesmen bisa dipetakan per wilayah dan diakses melalui dasbor, bukan untuk diranking, tetapi untuk melihat kondisi riil kompetensi,” kata Toni.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran asesmen, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Tes Kemampuan Akademik
Baca tanpa iklan