Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 68 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Ayo, Simpulkan

Soal ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 6 Kurikulum Merdeka edisi Revisi pada Halaman 68, bagian Ayo, Simpulkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 68 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Ayo, Simpulkan
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN - Guru mengecek tugas yang diberikan kepada murid pada pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN Malaka Jaya 07, Jakarta Timur, Senin (30/8/2021). Soal ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 6 Kurikulum Merdeka edisi Revisi pada Halaman 68, bagian Ayo, Simpulkan. 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk SD/MI Kelas VI, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menghafal peristiwa sejarah, tetapi juga diajak memahami dinamika sosial dan kebijakan masa lalu yang membentuk fondasi kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Pembelajaran ini menempatkan siswa memahami jejak perjuangan para pahlawan dan kebijakan kolonial menjadi fondasi penting dalam membentuk jiwa nasionalisme sejak dini. 

Siswa tidak hanya mengenal istilah Politik Etis secara teori, tetapi juga diajak untuk menilai, membandingkan, dan menyimpulkan bagaimana kondisi rakyat Indonesia dalam berbagai bidang akibat kebijakan pemerintah kolonial pada waktu itu.

Dengan menelaah teks mengenai Politik Etis, siswa dapat lebih mudah memahami hubungan sebab akibat antara kebijakan yang menindas dengan munculnya kesadaran untuk berjuang melalui jalur pendidikan dan organisasi.

Pada Bab 3: Jejak Sang Pahlawan, siswa diajak menelusuri keterkaitan antara penderitaan rakyat akibat sistem Tanam Paksa dengan lahirnya kebijakan Politik Balas Budi. 

Bab ini menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan dan perbaikan infrastruktur merupakan kunci pembuka gerbang kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

Salah satu aktivitas penting dalam bab ini adalah bagian Ayo, Simpulkan yang terdapat pada halaman 68.

Rekomendasi Untuk Anda

Melalui kegiatan ini, siswa diminta merangkum kondisi rakyat di bidang ekonomi, pendidikan, budaya, dan pertanian sekaligus mengidentifikasi penyebab di balik kondisi tersebut. 

Aktivitas ini melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif dalam menarik sebuah simpulan sejarah.

Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk kelas 6 SD/MI karya Amalia Fitri dkk, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berikut ini adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 68 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, bagian Ayo, Simpulkan, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendamping belajar bagi siswa, guru, dan orang tua.

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 56 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Ayo, Simpulkan

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 68 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

Ayo, Simpulkan

Setelah kamu mengamati dan mendengarkan cerita tentang kondisi daerahmu di masa penjajahan. Ayo, buat simpulannya dengan melengkapi tabel berikut!

Salin tabel berikut pada buku tugasmu!

Jawaban:

Bidang Ekonomi

  • Kondisi: Rakyat banyak yang bekerja sebagai buruh bagi orang Belanda dan diwajibkan menanam tanaman ekspor seperti kopi, teh, nila, dan kakao. Selain itu, mereka harus menyerahkan 20 persen hasilnya kepada pemerintah Hindia Belanda.
  • Penyebab: Rakyat belum leluasa untuk sekolah dan bekerja karena seluruh pemerintahan diatur serta dikuasai oleh Belanda.

Bidang Pendidikan

  • Kondisi: Sebagian besar rakyat pribumi tidak memiliki kemampuan untuk membaca dan akses pendidikan sangat terbatas.
  • Penyebab: Fasilitas pendidikan atau sekolah-sekolah rakyat baru mulai dibentuk setelah adanya desakan Politik Etis agar rakyat bisa membaca.

Bidang Budaya

  • Kondisi: Penggunaan bahasa Indonesia dan perkembangan kesenian tradisional masih sangat terbatas dan belum terorganisir secara luas.
  • Penyebab: Belum adanya akses pendidikan yang luas yang bisa menjadi cikal bakal pergerakan nasional untuk memperkuat jati diri budaya bangsa.

Bidang Pertanian (Irigasi)

  • Kondisi: Fasilitas pengairan untuk lahan pertanian milik rakyat sebelumnya sangat memprihatinkan.
  • Penyebab: Pemerintah Belanda sebelumnya tidak memprioritaskan kesejahteraan rakyat hingga akhirnya muncul kebijakan membangun bendungan dan memperbaiki irigasi melalui program Trias Van Deventer.

Disclaimer:

  • Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
  • Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

(Tribunnews.com/Farra)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas