Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Hal 215: Aktivitas 9.8
Simak berikut merupakan Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 215: Aktivitas 9.8
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 215 bab 9.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 215, karangan Rudi Ahmad Suryadi, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2051 yakni Rukhṣah.
Rukhṣah adalah keringanan atau kemudahan yang diberikan oleh Allah Swt. kepada seorang Muslim dalam menjalankan ibadah ketika berada dalam kondisi tertentu yang sulit atau darurat.
Dalam ajaran Islam, hukum asal ibadah disebut ‘azīmah (ketentuan normal). Namun jika seseorang mengalami kesulitan, syariat memberikan rukhṣah agar ibadah tetap bisa dilakukan tanpa memberatkan.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka halaman 215 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 215: Aktivitas 9.8
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 215
Inspirasiku
Bacalah kisah di bawah ini!
"Mabrur Walau Tidak Pergi Haji"
Ada seorang ulama yang berasal dari Marwaz, yang selalu menginginkan haji dan jihad. Beliau adalah ‘Abdullāh bin Mubārak (118-181 H/726-797 M). Dua hal ini dilaksanakan secara bergantian. Tahun ini berhaji, dan tahun depannya jihad.
Suatu saat, ia tertidur setelah mengerjakan ibadah haji. Dalam tidurnya, muncul mimpi bahwa dia melihat 2 malaikat turun ke bumi. Kedua malaikat itu turut terlibat dalam sebuah pembicaraan. “Berapa banyak orang yang berhaji tahun ini?”, tanya satu malaikat kepada malaikat kedua. “Enam ratus ribu orang”, jawab malaikat lainnya.” Namun, tidak ada satupun yang diterima, kecuali seorang tukang sepatu bernama Muwaffaq orang Damaskus. Karena dia, semua orang yang berhaji menjadi diterima hajinya”,kata malaikat kedua
‘Abdullāh bin Mubārak terbangun. Ia sangat berkeinginan mengunjungi Muwaffaq di Damaskus. Ia pergi dan menemuinya. Ketika bertemu, ia menyampaikan mimpi tersebut. Muwaffaq menangis, setelah mendengar ceritanya. Bahkan sampai pingsan. Setelah sadar, ‘Abdullāh bin Mubārak memohon kepada Muwaffaq untuk menceritakan mengapa hanya dirinya
yang mabrur.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Kurikulum Merdeka Halaman 170-173: Meneladani Jejak Langkah Ulama
Selama lebih dari 40 tahun, Muwaffaq sangat ingin beribadah haji. Dari hasil pekerjaannya sebagai tukang sepatu, Dia mengumpulkan 350 dirham. Tibalah musim haji. Dia dengan istrinya mempersiapkan diri untuk berangkat haji. Menjelang berangkat, istrinya yang sedang hamil mencium aroma makanan yang enak dari tetangganya. Dia mendatangi tetangganya dan memohon supaya ia memberikan sedikit makanan tersebut untuk istrinya.
Baca tanpa iklan