Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 187 Kurikulum Merdeka, Bab 8: Aktivitas 8.6
Berikut ini kunci jawaban mata pelajaran PAI Kelas 7 Halaman 187 Kurikulum Merdeka terdapat soal Aktivitas 8.6 pada Bab 8.
Penulis:
Indah Aprilin Cahyani
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
TRIBUNNEWS.COM – Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 7 halaman 187 Kurikulum Merdeka pada Bab 8 memiliki judul Menghindari Gibah dan Melaksanakan Tabayun.
Pada buku PAI Kelas 7 halaman 187 memuat soal Aktivitas 8.6.
Materi ini terdapat dalam buku PAI Kelas 7 halaman 187 karangan Rudi Ahmad Suryadi dkk. terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kunci jawaban PAI Kelas 7 halaman 187 pada soal Aktivitas 8.6 hanya digunakan sebagai referensi untuk belajar siswa di rumah.
Berikut Tribunnews menyajikan kunci jawaban PAI Kelas 7 halaman 187.
Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 187
Inspirasiku
Bacalah kisah di bawah ini!
Jangan Gibah
Abu̅ Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tahukah kamu apa itu gibah?”. Sahabat menjawab: “Allah Swt. dan rasul-Nya lebih mengetahui”. “Gibah itu, apabila engkau membicarakan saudaramu. Ia tidak suka dibicarakan oleh orang lain. Itulah gibah”, jawab Rasulullah saw. Lalu, sahabat bertanya: “Bagaimana kalau dia memang betul keadaannya?”. Rasulullah saw.,” Apabila yang kau sebut itu benar, itu gibah. Namun, apabila tidak benar, maka itu adalah kepalsuan dan pendustaan.
Istri Rasulullah saw. pernah mendapat teguran, ketika ada seorang perempuan pendek datang ke rumah Rasulullah saw. “Alangkah pendeknya orang itu”, kata ‘Aisyah r.a. Mendengar hal ini, Rasulullah saw. bersabda, “engkau gibah. “Saya tidak menyebutnya, kecuali benar apa adanya”, kata Aisyah r.a. Kemudian Rasulullah saw. besabda, “ Engkau telah menyebut yang paling jelek padanya”.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 184 Kurikulum Merdeka, Bab 8: Aktivitas 8.5
Aktivitas 8.6
Tuliskan hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari kisah di atas pada buku tugasmu!
Kunci Jawaban:
Berikut hikmah atau pelajaran yang bisa diambil dari kisah di atas:
1. Ghibah adalah dosa besar meskipun yang dibicarakan itu benar adanya, karena membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuannya tetap menyakitkan hatinya.
2. Menjaga lisan sangat penting, karena ucapan yang kita anggap sepele bisa menjadi dosa di sisi Allah Swt.
3. Rasulullah saw. mencontohkan akhlak mulia dengan mengingatkan umatnya agar tidak merendahkan orang lain melalui perkataan.
4. Tidak boleh mengejek kekurangan fisik orang lain, karena itu termasuk ghibah dan menyakiti hati sesama muslim.
Baca tanpa iklan