Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 164 Kegiatan 5: Membaca dan Memahami Teks
Jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 164 Kurikulum Merdeka kegiatan 5: Membaca dan Memahami Teks
Penulis:
Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM – Buku Bahasa Indonesia siswa kelas 9 SMP halaman 164 membahas tentang membaca dan memahami teks.
Pada materi Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 164, siswa diminta untuk membaca teks berjudul 'Kerjakan PR untuk Mengejar Cita-Cita, kemudian siswa harus menjawab beberapa pertanyaan mengenai teks tersebut.
Buku pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka merupakan karangan Eva Y. Nukman dkk. terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2022.
Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 164 Kegiatan 5: Membaca.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 126 Bab 4: Analisis Latar Cerpen
Kegiatan 5: Membaca dan Memahami Teks
Membaca
Bacalah tulisan Prof. Dr. Agus Budiyono ini dengan saksama. Tulisan ini dimuat dalam akun media sosial beliau dengan judul asli Kolom: Profesor-Profesor yang Entrepreneurial: Pentingnya Mengerjakan PR.
Kerjakan PR untuk Mengejar Cita-Cita
Apa hubungannya PR dan cita-cita? Kalian tentu bisa bayangkan jawabannya, dan mungkin sudah keburu bosan sebelum mendengarkannya. Hah, petuah lagi tentang PR dan tugas-tugas dari sekolah. Mungkin kalian akan berpikir begitu. Tenang saja, bukan persis seperti itu yang saya maksud.
Begini saja, saya mulai tulisan ini dengan pertanyaan yang sering saya terima: Bagaimana ceritanya bisa saya diterima dan belajar di MIT—sebuah universitas ternama di Amerika Serikat?
Pendidikan dasar dan menengah pertama saya jalani di daerah. Saya juga tidak pernah mempunyai pendidikan sekolah khusus. Tidak pernah ikut bimbingan tes atau try out, dan seumur-umur tidak ada guru privat yang dipanggil ke rumah. Itu semua memang tidakterjangkau untuk keadaan saya.
Singkat cerita, yang selalu saya lakukan adalah selalu mengerjakan PR saya. Dalam hal ini tidak hanya PR dari sekolah, tapi lebih penting lagi adalah segala persiapan untuk mencapai sebuah tujuan. Ini saya sebut PR.
Salah satu PR saya adalah belajar bahasa Inggris sebagai bekal saya mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
Sesuai saran kakak saya, tiap hari saya meluangkan waktu satu jam untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Tiap hari, tanpa absen. Dan ini berlangsung selama 4,5 tahun saya kuliah di ITB. Bentuknya beragam agar tidak bosan. Bukankah membaca buku tentang grammar merupakan salah satu hal paling membosankan? Jadi, saya hanya sesekali membaca buku
tersebut, untuk memeriksa saja. Selebihnya saya membaca majalah bahasa Inggris.
Untuk kantung mahasiswa, terlalu mahal bila membeli baru. Dan memang tidak perlu. Jadi saya waktu itu sering berkunjung ke emperan di dekat Gedung Asia Afrika Bandung yang menjual majalah bekas: Times, Newsweek, The Economist, dll. Bila ada uang, saya juga sesekali menonton
film. Saya berusaha memahami esensi cerita dan tidak melihat subtitle atau teks terjemahannya.
Dengan upaya kecil-kecil tapi konsisten ini kemampuan komunikasi saya beringsut naik. Suatu saat saya bersaing dengan mahasiswa lain untuk mendapatkan kesempatan Kerja Praktik (KP) ke luar negeri. Ketika mengerjakan tes, saya tidak menemui kesulitan. Ingat, saya sudah
mengerjakan PR selama tiga tahun (lebih dari 1.000 jam). Saya satu-satunya yang berani presentasi dalam bahasa Inggris. Para finalis (yang hampir semuanya mempunyai IPK sekitar 4 dari skala 4) tidak nyaman untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Saya pikir memang
akan beda antara yang mengerjakan PR dengan yang tidak. Saya lolos seleksi dengan peringkat satu (meskipun IP saya paling rendah di antara finalis) dan diberi hak untuk bisa memilih negara tempat KP.
Pada tingkat 3 juga, dengan kemampuan bahasa Inggris yang membaik, saya memberanikan diri bereksperimen yaitu menulis laporan Kerja Praktik dan penelitian dalam bahasa Inggris. Ini tidak lazim, tetapi dosen pengajar mengizinkan, maka jadilah semua dokumen saya di ITB terekam
dalam bahasa Inggris. Tingkat 3 adalah masa peralihan yang penting dalam era kuliah dan saya beruntung pada masa itu saya mempunyai mentor, wali kelas yang akhirnya menjadi pembimbing tugas akhir. Dari mereka saya belajar dan menimba banyak hal.
Setelah membaca teks di atas, diskusikan hal-hal berikut ini bersama seorang teman
- Apa yang dimaksud dengan PR oleh tokoh?
- Menurut kalian, bagaimana sikap tokoh dalam menghadapi keterbatasan?
- Apa yang dilakukan tokoh untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya?
- Disebutkan bahwa hanya tokoh yang mampu melakukan presentasi dalam bahasa Inggris dengan baik. Menurut kalian, mengapa rekan-rekan tokoh tidak memiliki kemampuan yang sama?
- Apa saja argumentasi tokoh yang kalian setujui dan ingin kalian praktikkan? Jelaskan jawaban kalian.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 127 Kurikulum Merdeka Bab 4: Berlatih
Baca tanpa iklan