Berapa Soal UTBK-SNBT 2026? Begini Strategi Mengerjakannya
Materi ujian UTBK-SNBT 2026 mencakup TPS dan Tes Literasi, yang menguji kemampuan penalaran, pemahaman bacaan, hingga matematika terapan.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- UTBK-SNBT 2026 berlangsung 21–30 April 2026, dengan total sekitar 155–160 soal yang dikerjakan dalam 195 menit.
- Materi ujian mencakup TPS dan Tes Literasi, yang menguji kemampuan penalaran, pemahaman bacaan, hingga matematika terapan.
- Strategi kunci adalah manajemen waktu, tidak terpaku pada soal sulit, dan mengisi semua jawaban karena tanpa penalti.
TRIBUNNEWS.COM - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 menjadi salah satu tahapan penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Pendaftaran UTBK-SNBT sudah berlangsung dari tanggal 25 Maret-7 April 2026.
Setelahnya peserta wajib Unduh Kartu Peserta UTBK-SNBT mulai tanggal 11-15 April 2026.
Pelaksanaan UTBK akan digelar pada 21-30 April 2026.
Pada sisa waktu yang krusial ini, persiapan mental dan strategi manajemen waktu sama pentingnya dengan penguasaan materi.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah berapa jumlah soal yang harus dikerjakan dalam ujian ini?
Secara umum, UTBK-SNBT terdiri dari beberapa komponen tes yang mengukur kemampuan peserta.
Materi yang diujikan biasanya mencakup Tes Potensi Skolastik (TPS), yang meliputi berikut.
- Penalaran Umum
- Pengetahuan dan Pemahaman Umum
- Pemahaman Bacaan dan Menulis
- Pengetahuan Kuantitatif
Selain itu, ada juga materi Tes Literasi yang mencakup berikut.
- Literasi dalam Bahasa Indonesia
- Literasi dalam Bahasa Inggris
- Penalaran Matematika
Baca juga: Kapan Pengumuman UTBK SNBT 2026? Simak Jadwal Lengkapnya
Secara total, peserta akan berhadapan dengan sekitar 155 hingga 160 butir soal yang harus diselesaikan dalam waktu 195 menit (3 jam 15 menit).
Soal-soal tersebut tidak disajikan sekaligus, melainkan dibagi secara spesifik ke dalam dua komponen utama tes UTBK-SNBT 2026.
Tes Potensi Skolastik (TPS)
Tes Potensi Skolastik (TPS) dirancang bukan untuk menguji hafalan mata pelajaran sekolah, melainkan untuk mengukur kemampuan kognitif, penalaran, dan logika dasar yang sangat dibutuhkan saat kuliah.
Subtes ini terdiri dari empat bagian:
- Kemampuan Penalaran Umum (PU): Menguji kemampuanmu dalam memecahkan masalah baru. Subtes ini sangat padat, terdiri dari 30 soal (dibagi menjadi Penalaran Induktif, Deduktif, dan Kuantitatif masing-masing 10 soal). Kamu diberi waktu 30 menit untuk menyelesaikannya.
- Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU): Mengukur wawasan kognitif dan pemahaman bahasa secara umum. Terdapat 20 soal dengan durasi waktu pengerjaan yang cukup singkat, yaitu 15 menit.
- Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis (PBM): Berfokus pada ejaan, tata bahasa baku, dan kepaduan paragraf. Kamu harus menyelesaikan 20 soal dalam waktu 25 menit.
- Pengetahuan Kuantitatif (PK): Menguji logika angka, aljabar, dan matematika dasar. Subtes ini berisi 15 hingga 20 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 20 menit.
Baca juga: Jangan asal Belajar! Ini Strategi Lolos SNBT 2026 yang Lebih Efektif
Tes Literasi
Komponen literasi menuntut ketelitian dan daya tahan membaca karena soal sebagian besar berbentuk wacana atau bacaan yang cukup panjang.
- Literasi dalam Bahasa Indonesia: Menguji kemampuan mengekstrak informasi, opini, dan kesimpulan dari teks berbahasa Indonesia yang kompleks. Subtes ini memiliki porsi paling besar, yakni 30 soal dengan alokasi waktu 45 menit (atau sekitar 42,5 menit pada beberapa penyesuaian sistem).
- Literasi dalam Bahasa Inggris: Fungsinya sama dengan literasi bahasa Indonesia, namun menggunakan wacana berbahasa Inggris murni. Terdapat 20 soal dengan durasi pengerjaan 30 menit.
- Penalaran Matematika (PM): Ini bukanlah matematika rumus murni, melainkan kemampuan menerapkan konsep hitungan untuk menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari (soal cerita/grafik). Kamu akan menghadapi 20 soal dengan durasi pengerjaan 30 hingga 40 menit.