Perguruan Tinggi Mulai Perkuat Orientasi Karier bagi Calon Mahasiswa
Perguruan tinggi seperti Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya mulai mengembangkan pengenalan kampus yang tidak hanya informatif.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Perguruan tinggi mulai mengembangkan pengenalan kampus yang tidak hanya informatif, tetapi juga mengarah pada kesiapan dunia kerja.
- Open house menghadirkan berbagai aktivitas seperti talkshow alumni, tur kampus, simulasi virtual reality, hingga pembuatan podcast untuk memberi gambaran nyata kepada calon mahasiswa.
- Calon mahasiswa dan orang tua dapat berkonsultasi langsung terkait studi dan karier, bahkan mengikuti tes dan wawancara, sebagai bagian dari persiapan menghadapi dunia kerja.
TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Perguruan tinggi mulai mengembangkan pendekatan baru dalam mengenalkan dunia kampus kepada calon mahasiswa.
Kegiatan pengenalan kini juga dimanfaatkan sebagai ruang orientasi awal terhadap dunia kerja
Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Yuda Turana, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan zaman.
"Kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja," ujar Yuda.
Hal ini dikatakan Yuda dalam Open House di Kampus Unika Atma Jaya, Semanggi, Jakarta.
Selain pemaparan program studi, kegiatan juga diisi dengan talkshow bersama alumni, tur fasilitas kampus.
Hingga berbagai aktivitas interaktif seperti simulasi virtual reality dan pembuatan podcast.
"Pendekatan ini dapat membantu calon mahasiswa memperoleh gambaran lebih konkret tentang lingkungan belajar dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan," katanya.
Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan pihak program studi, termasuk terkait minat riset dan rencana studi lanjutan.
Bagi yang siap, kampus turut menyediakan layanan tes dan wawancara di lokasi.
Kegiatan ini juga melibatkan orang tua melalui sesi konsultasi khusus, menunjukkan bahwa pemilihan pendidikan tinggi kini semakin dipertimbangkan secara bersama dalam lingkup keluarga.
Baca tanpa iklan