Perbanas Institute Tegaskan Peran Strategis Mendorong Transformasi Perbankan Digital di Indonesia
Dirut BCVA Hendra Lembong memaparkan dinamika industri perbankan yang bergerak cepat akibat perkembangan teknologi dan perubahan perilaku nasabah
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Perbanas Institute menggelar CEO Lecture 2026 bertema transformasi perbankan di era digital, menyoroti peran AI dan pertumbuhan berkelanjutan, dengan partisipasi lebih dari 300 peserta.
- Rektor Prof. Hermanto Siregar menegaskan bahwa perubahan di sektor perbankan mencakup kepemimpinan, inovasi, SDM, dan kolaborasi, bukan sekadar adopsi teknologi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perbanas Institute menggelar CEO Lecture 2026: Banking Outlook & Transformation, Kamis (30/4/2026) di Lobby Unit 6 Perbanas Institute, Jakarta.
Acara ini mengangkat tema “Transformasi Perbankan di Era Digital: AI dan Pertumbuhan Berkelanjutan.”
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, praktisi perbankan, dan masyarakat umum.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-57 Perbanas Institute, sekaligus bagian dari Vision Forum 360 Perbanas Solution, sebuah inisiatif strategis kampus dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri.
Dalam sambutannya, Rektor Perbanas Institute, Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec., menyampaikan apresiasi kepada Hendra Lembong, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang menjadi pembicara utama.
“Kegiatan ini memberi pembelajaran langsung bagi generasi muda yang kelak akan berperan di sektor keuangan,” ujar Prof. Hermanto.
Baca juga: Kemendikti Wacanakan Tutup Prodi Tak Relevan, Kampus Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Lebih lanjut, Hermanto menegaskan bahwa transformasi perbankan di era digital tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga mencakup kepemimpinan visioner, orientasi konsumen, penguatan inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi antarekosistem yang berkelanjutan.
“Perbanas Institute berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan ini. Transformasi digital membutuhkan kesiapan dari sisi organisasi, kompetensi, dan integritas dan itulah yang kami tanamkan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Hendra Lembong memaparkan dinamika industri perbankan yang terus bergerak cepat akibat perkembangan teknologi dan perubahan perilaku nasabah.
Ia menyoroti pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi era digital.
“Teknologi bukan hal pertama yang perlu diubah. Yang utama adalah transformasi organisasi. Ketika organisasi siap, teknologi akan mengikuti,” jelasnya.
Hendra juga memaparkan pentingnya pengalaman pengguna (user experience) dan inklusi digital, agar seluruh lapisan masyarakat tetap mendapat kemudahan akses layanan perbankan tanpa batas usia atau latar belakang.
Kegiatan CEO Lecture 2026 ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa tentang arah transformasi industri perbankan, tetapi juga memperluas cakrawala kerja sama antara Perbanas Institute dan pelaku industri keuangan.
Melalui forum ini, kampus berupaya memperkuat perannya sebagai jembatan antara dunia pendidikan, riset, dan praktik industri, termasuk dalam program magang, rekrutmen, dan pengembangan kompetensi digital.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Perbanas Institute terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan era digital, sejalan dengan visinya menjadi Center of Excellence in Banking, Finance, and Technology in Indonesia. (*)
Baca tanpa iklan