Mahasiswa Indonesia di Amerika Bangun Platform Belajar Teknologi Gratis untuk Indonesia
Mahasiswa RI di AS bangun Nusantara AI Institute, platform belajar gratis berbasis website.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa RI di AS bangun Nusantara AI Institute, platform belajar gratis berbasis website.
- Sasar peningkatan literasi teknologi secara inklusif bagi pelajar hingga profesional.
- Didukung Aether AI, dinilai penting untuk dorong produktivitas dan peluang ekonomi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah mendorong sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Amerika Serikat, membangun platform pembelajaran AI gratis yang dinamakan Nusantara AI Institute.
Mereka tergerak untuk meningkatkan literasi AI di seluruh Indonesia secara inklusif dan merata, dengan menyediakan akses pembelajaran yang sepenuhnya gratis bagi siapa pun yang memiliki koneksi internet, tanpa terbatas oleh lokasi geografis, latar belakang ekonomi, maupun tingkat pendidikan.
Baca juga: Mahasiswa Fakultas Hukum Ajukan Amicus Curiae Uji UU TNI di MK
Oliver Tedja, mahasiswa Indonesia di kampus Boston University bersama Johannes Simanjuntak dan sejumlah rekannya kemudian membangun aplikasi berbasis website yang berisi pelajaran-pelajaran atau kursus secara gratis untuk membangun kemampuan teknologi AI khususnya bagi kalangan muda di Indonesia.
"Nusantara AI berupaya memberdayakan pelajar, profesional, pendidik, serta masyarakat umum agar mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab," paparnya dikutip Rabu (6/5/2026).
Oliver Tedja mengatakan Nusantara AI bertujuan menciptakan ekosistem talenta digital yang kompeten, mendorong inovasi lokal, serta memastikan transformasi teknologi di Indonesia berlangsung secara inklusif dan memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan ekonomi dan sosial bangsa.
Nusantara AI Institute ini didukung perusahaan Aether AI, sebuah perusahaan gabungan studio ventura dan modal ventura yang membangun produk kecerdasan buatan dan mengembangkan startup teknologi baru.
Dalam kesempatan peluncuran, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, literasi AI akan menjadi ketrampilan dasar yang sangat dibutuhkan dalam semua unsur kehidupan, sehingga masyarakat Indonesia tidak boleh ketinggalan.
“Ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Di masa depan, literasi AI akan menjadi keterampilan mendasar yang sama pentingnya dengan membaca atau menulis, membuka peluang karir baru di setiap sektor,” kata Sandiaga Uno.
Baca juga: Tangis Bahagia Arie Untung dan Fenita di Pesawat, Anaknya Lolos Seleksi Jadi Mahasiswa UI
Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake menjelaskan, pemahaman yang lebih baik tentang teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi beban kerja operasional bagi para profesional dan organisasi.
Peluang AI di Indonesia paling terkonsentrasi di sektor kesehatan dan pendidikan.
Ia menyoroti perannya dalam optimasi data untuk penelitian penyakit, dengan alasan penggunaannya untuk menyederhanakan pengobatan farmasi dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati sumber daya kimia dan alamnya.
Baca tanpa iklan