Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gerakan 'Benerin 1000 Sekolah' Diluncurkan dalam Hari Raya Pendidikan 2026

Penyelenggaraan Hari Raya Pendidikan 2026 di Jakarta menghadirkan 350 peserta dari berbagai kalangan membahas transformasi pendidikan Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gerakan 'Benerin 1000 Sekolah' Diluncurkan dalam Hari Raya Pendidikan 2026
Tribunnews.com/dok.
HARI RAYA PENDIDIKAN - Peluncuran “Gerakan Benerin 1000 Sekolah” dalam rangkaian Hari Raya Pendidikan 2026 di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026 kemarin. Inisiatif kolaboratif ini menjadi langkah nyata mendorong transformasi pendidikan melalui penguatan fasilitas belajar, literasi, serta budaya belajar yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

Peluncuran Gerakan Benerin 1000 Sekolah

Puncak acara ditandai dengan peluncuran “Gerakan Benerin 1000 Sekolah” yang diinisiasi Sekolah Tanah Air. Program ini bertujuan mendorong perubahan langsung di lingkungan sekolah melalui penguatan fasilitas belajar, literasi, kapasitas pendidik, dan budaya belajar yang sehat.

Founder Sekolah Tanah Air, Rian Fahardhi, mengatakan perubahan pendidikan harus dimulai dari tindakan nyata di lapangan.

“Kita terlalu sering berhenti di ruang diskusi. Pendidikan butuh keberanian untuk turun langsung ke sekolah-sekolah dan membangun perubahan dari akar,” ujar Rian.

Baca juga: Revitalisasi 809 Sekolah di NTT Dimulai, Mendikdasmen: Dorong Kualitas Pendidikan di Wilayah 3T

Ketua Umum Bepro, Luthfi Dipa, menilai tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kepedulian publik terhadap pendidikan terus meningkat.

“Hari ini kita membuktikan bahwa keresahan publik terhadap pendidikan bisa menjadi energi perubahan. Anak muda bukan sekadar penonton, tapi penggerak,” kata Luthfi.

Melalui program sosial BeCare, Bepro juga berkomitmen menggerakkan relawan di 20 provinsi untuk mengawal program Gerakan Benerin 1000 Sekolah hingga tingkat akar rumput.

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan sebagai Gerakan Sosial dan Budaya

Selain forum diskusi, acara turut dimeriahkan penampilan budaya dari Traditional Dancer Club SMPN 253 Jakarta yang memperkuat pesan bahwa pendidikan harus tumbuh dari akar nilai dan identitas bangsa.

Hari Raya Pendidikan 2026 menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya isu kebijakan, melainkan gerakan sosial dan kebudayaan yang membutuhkan partisipasi bersama.

Keberhasilan forum ini diharapkan menjadi awal lahirnya kolaborasi lanjutan demi mendorong pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan.

 

 
 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas