SLB Diberikan Pendidikan Vokasional Agar Siswa Disabilitas Lebih Siap Kerja
Kemendikbud membangun lebih dari 7.586 ruang praktik untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memperkuat pendidikan vokasional di Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui program revitalisasi satuan pendidikan.
- Kemndikbud membangun lebih dari 7.586 ruang praktik untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning di berbagai satuan pendidikan, termasuk SLB.
- Ruang praktik penting agar siswa lebih terbiasa dengan kegiatan praktik sebelum terjun ke dunia kerja maupun pelatihan lapangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memperkuat pendidikan vokasional di Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui program revitalisasi satuan pendidikan.
Pendidikan vokasional adalah jalur pendidikan yang berfokus pada keterampilan praktis dan keahlian kerja tertentu, sehingga lulusannya siap langsung terjun ke dunia kerja.
Program ini berbeda dari pendidikan akademik (S1) yang lebih menekankan teori dan riset; vokasional menekankan praktik, magang, dan proyek industri.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan langkah ini agar siswa disabilitas memiliki keterampilan praktik yang lebih siap digunakan di dunia kerja.
Baca juga: Mendikdasmen Bakal Tambah Unit SLB dan Perbanyak Pelatihan Guru Pendamping Disabilitas di Tahun 2026
"Salah satu yang kita perkuat terutama untuk pendidikan vokasional yang ada di SMK juga ada di SLB ini vokasional ini," kata Tatang dalam Bincang Santai bersama Media di Perpusnas, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Tatang, pihaknya membangun lebih dari 7.586 ruang praktik untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning di berbagai satuan pendidikan, termasuk SLB.
Ia menjelaskan ruang praktik penting agar siswa lebih terbiasa dengan kegiatan praktik sebelum terjun ke dunia kerja maupun pelatihan lapangan.
"Ruang praktik ini bisa memastikan apa yang dipelajari itu betul-betul menjadi sebuah proyek pembelajaran atau project-based learning," ujarnya.
Tatang mengatakan pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa memahami hasil nyata dari proses pembelajaran melalui produk atau karya yang mereka buat sendiri.
Selain itu, keberadaan ruang praktik dinilai membantu siswa lebih cepat beradaptasi ketika menjalani praktik kerja lapangan maupun memasuki lingkungan kerja sesungguhnya.
"Dengan adanya pembiasaan, familiaritas, maka dia lebih mudah. Nanti adjustment-nya bisa lebih cepat," katanya.
Dalam program revitalisasi ini, pemerintah tidak hanya membangun ruang praktik, tetapi juga memperbaiki lingkungan belajar agar lebih aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan siswa.
"Bagaimana kita pastikan fisiknya bisa betul-betul nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan," ujar Tatang.
Kemendikdasmen juga menargetkan revitalisasi sekolah-sekolah di wilayah terpencil dan daerah 3T sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus.