Materi UM-PTKIN 2026, Ketahui Kisi-kisi Ujian dan Jadwal Pelaksanaannya
Simak materi ujian UM-PTKIN 2026, ujian bakal dilaksanakan pada 8 Juni -14 Juni 2026.
Penulis:
Nurkhasanah
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Pendaftaran UM-PTKIN 2026 telah resmi ditutup pada 30 Mei 2026.
- Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan ujian UM-PTKIN 2026.
- Materi UM-PTKIN terdiri dari Tes Bakat Skolastik dan Tes Literasi.
TRIBUNNEWS.COM - Pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2026 telah resmi ditutup pada 30 Mei 2026.
UM-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional masuk Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di bawah naungan Kementerian Agama.
UM-PTKIN 2026 terbuka bagi siswa pada Satuan Pendidikan MA/MAK/SMA/SMK/SPM/PDF/PKPPS/sederajat lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026.
Seleksi UM-PTKIN 2026 diselenggarakan secara luring di PTKIN Titik Lokasi Ujian yang dipilih oleh peserta dan menggunakan aplikasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
SSE adalah aplikasi ujian yang menggunakan komputer (PC/Laptop).
Setelah pendaftaran ditutup, UM-PTKIN 2026 bakal memasuki tahapan pelaksanaan ujian.
Menurut jadwal, ujian akan dilaksanakan pada 8 Juni sampai 14 Juni 2026.
Baca juga: 8 PTKIN Masuk 100 Besar Peringkat Nasional Versi UniRank 2026, Ini Daftarnya
Materi Ujian UM-PTKIN 2026
Sebagai persiapan ujian, ketahui materi yang diujikan dalam UM-PTKIN 2026 sebagai berikut:
1. Tes Bakat Skolastik
Mengukur kemampuan berpikir logis yang terdiri dari kemampuan verbal, kemampuan spasial, dan kemampuan kuantitatif.
Penalaran Verbal berupa kemampuan pemahaman berbahasa secara tertulis dan ketrampilan bahasa yang berdasarkan struktur dan aturan bahasa baik dalam kata, kalimat, maupun narasi.
Penalaran Gambar berupa kemampuan dalam menvisualisasikan dan memahami objek atau simbol secara abstrak. Penalaran gambar sangat cocok untuk memprediksi kreativitas calon mahasiswa.
Penalaran Kuantitatif berupa kemampuan menerapkan konsep hitungan, logika angka, simbol numerical dalam berpikir sistematis dan memecahkan masalah. Konteks dalam tes penalaran “gambar” bersifat umum, sedangkan konteks dalam penalaran “verbal” dikaitkan dengan aspek-aspek dalam kehidupan sehari-hari yang meliputi masalah keindonesiaan, keislaman, sains dan teknologi, Pendidikan, Kesehatan, ekonomi dan bisnis, dan seni budaya dan olah raga.
2. Tes Literasi
Materi ini mengukur literasi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Arab, kemampuan dasar baca-tulis Al-Qur'an, Literasi Numerasi, dan Literasi ajaran Islam.