Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Melalui Program CSR, Pertamina RU IV Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan

Selasa (25/6), CSR Pertamina yang mendukung program pemerintah dalam rangka menjaga Ketahanan Pangan Nasional, kembali memberikan bantuan berupa “Pela

Melalui Program CSR, Pertamina RU IV Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan
Pertamina
Pelatihan Inovasi Sistem Pertanian Terpadu yang berlangsung di Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, diikuti oleh kelompok Rukun Tani Maju. 

Pada ekosistem sawah terdapat banyak sekali rantai makanan. Padi adalah produsen terbesar di ekosistem ini. Sedangkan rantai makanan adalah interaksi makan dan dimakan dengan urutan dan tingkatan tertentu.

Misalnya,jika ular atau burung sebagai pemangsa tikus diburu maka lama kelamaan akan hilang, populasi tikus akan naik dan kuantitas bahkan kualitas padi akan menurun.
Salah satu contoh terganggunya ekosistem ini,adalah karena kurangnya pemahaman akan rantai makanan yang seringkali bisa mempengaruhi rantai makanan di sekitar kita.

Selasa (25/6), CSR Pertamina yang mendukung program pemerintah dalam rangka menjaga Ketahanan Pangan Nasional, kembali memberikan bantuan berupa “Pelatihan Inovasi Sistem Pertanian Terpadu” yang berlangsung di Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Acara diikuti oleh kelompok Rukun Tani Maju.

Kegiatan ini merupakan salah satu program CSR bidang pemberdayaan masyarakat berkelanjutan dua tahun berturut- turut.

Bantuan yang diberikan berupa kegiatan study banding ke Unsoed Purwokerto, dimana kelompok tani penerima manfaat melakukan sharing session dengan Prof. Suprayogi, Ahli Pertanian Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Kemudian diberikan pula bantuan 10 unit RUBUHA ( Rumah Burung Hantu), peralatan pendukung pertanian dan pelatihan inovasi pertanian terpadu, serta bantuan bibit unggul Inpago Unsoed I.

Ketua kelompok Rukun Tani Maju, Rusmono mengatakan bahwa kelompoknya membutuhkan ilmu untuk memajukan pertanian dan meningkatkan hasil panen mereka. Rusmono juga melaporkan bahwa bantuan berupa dana pembuatan Rubuha dari CSR Pertamina sudah diterima dan akan digunakan setelah musim panen selesai. Selanjutnya dia meminta pendampingan kepada petugas dari Pusat Pengembangan Latihan Pertanian/ PLPP-Dinas Pertanian, Kabupaten Cilacap.

Sementara Kepala Desa Menganti, Tumirah berpesan kepada warganya agar bantuan yang sudah diberikan Pertamina dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan benar - benar diterapkan dalam bertani. Sehingga tujuan dapat tercapai, dan hasil panen melimpah seperti yang diharapkan.

Mewakili Unit Manager Communication Relation & CSR RU IV, Tengku Muhammad Rum mengatakan bahwa alam semakin lama semakin tua dan tidak mampu lagi mensupport kebutuhan manusia. Pemakaian bahan kimia untuk pupuk di dunia pertanian juga sudah merajalela.

“Maka melalui inovasi pertanian ini marilah kita kembali ke alam. Apa yang sudah disediakan alam mari kita manfaatkan. Pertamina sebagai penggerak saja, . Hasilnya tergantung bapak ibu. Kalau bapak ibu mau kembali ke alam, back to nature ya silakan dipelajari dan diterapkan apa yang nanti akan diberikan oleh narasumber dari Dinas Pertanian," demikian jelasnya.

Selama sehari kelompok ini mengikuti workshop dengan menyimak presentasi yang disampaikan oleh Ruswanto & Ratin dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, dengan materi pokok yaitu teknik Pertanian yang benar dan teknik pemberantasan hama ramah lingkungan.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas