Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Selain Rutin Service, Ternyata Ini Kunci Mesin Kendaraan Tetap Prima

, BBM oktan rendah akan menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna yang dapat menimbulkan kerak pada ruang mesin kendaraan.

Selain Rutin Service, Ternyata Ini Kunci Mesin Kendaraan Tetap Prima
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas operator mengenakan masker dan pelindung wahah mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan bermotor di salah satu SPBU di Kota Bandung, Jumat (12/6/2020). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam benak sebagian besar orang, rutin melakukan service sudah cukup untuk menjaga kondisi kendaraan mereka agar tetap prima. Padahal itu saja belum cukup. Perlu pemilihan Bahan Bakar Minyak (BBM) beroktan tinggi agar kendaraan benar-benar terjaga kondisinya.

Apalagi, saat ini, banyak pabrikan kendaraan bermotor yang menyarankan produk mereka diisi bahan bakar oktan atau Research Octane Number (RON) minimal 91.

Melansir dari website Kementerian ESDM, RON adalah angka yang menunjukan seberapa tinggi tekanan yang akan diberikan, sampai pada akhirnya bahan bakar akan terbakar secara spontan.
Ini baik untuk mesin kendaraan dengan kompresi, yang mana semakin tinggi RON maka akan baik pula untuk dapur pacu roda empat atau dua.

"Maka tentunya kita anjurkan bahan bakar oktan lebih tinggi. Bisa lebih bagus, paling gampang kita edukasi BBM berkualitas," kata Senior Supervisor Communnication and Relation PT Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan, Senin (5/7/2021) lalu.

Taufiq menjelaskan, Pertamina menyediakan beragam varian BBM dengan nilai oktan yang bervariasi mulai dari Premium (88), Pertalite (90), Pertamax (92) dan Pertamax Turbo (98).

Meskipun terdapat banyak pilihan jenis bahan bakar, Pertamina menyarankan sebaiknya para pemilik kendaraan menggunakan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.

Pasalnya, apabila kendaraan masa kini tidak menggunakan BBM oktan tinggi maka akan terjadi knocking atau mengeluarkan suara ngelitik pada mesin yang disertai getaran.

Efek lainnya, BBM oktan rendah akan menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna yang dapat menimbulkan kerak pada ruang mesin kendaraan.

Jika sudah begitu, para pemilik kendaraan terpaksa mengeluarkan biaya perawatan tinggi untuk melakukan perbaikan pada ruang mesin kendaraan.

Selain dapat menjaga kondisi kendaraan, para pemilik kendaraan yang menggunakan Pertamax secara langsung berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

Sebagai informasi, Pertamax merupakan BBM yang tergolong ramah lingkungan dengan kadar gas buang atau emisinya jauh lebih kecil jika dibandingkan Premiun dan Pertalite.

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas