Selebrasi Lokal 2022

Piala Dunia 2022

Relawan Piala Dunia 2022 Ternyata Tak Dibayar, Namun Dapat Sepatu dan Baju Training Gratis Bermerek

Ternyata, jadi relawan Piala Dunia 2022 tidak dibayar, melainkan mendapat sepatu dan baju training gratis bermerek.

Penulis: Isnaini Nurdianti
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Relawan Piala Dunia 2022 Ternyata Tak Dibayar, Namun Dapat Sepatu dan Baju Training Gratis Bermerek
Tribunnews.com/Eko Priyono
Hery Kartono, seorang relawan Piala Dunia 2022 yang berasal dari Indonesia. Ternyata, jadi relawan Piala Dunia 2022 tidak dibayar, melainkan mendapat sepatu dan baju training gratis bermerek. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Priyono dari Qatar

TRIBUNNEWS.COM - Menjadi seorang relawan Piala Dunia 2022 ternyata tidak mendapat bayaran.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh seorang relawan Piala Dunia 2022 asal Indonesia, yakni Hery Kartono.

Jurnalis Tribunnews, Eko Priyono, berkesempatan bertemu dan mewawancarai Hery Kartono, Jumat (2/12/2022).

Dari pantauan langsung via Facebook Wartakota, Hery menuturkan bahwa dirinya tidak dibayar selama menjadi relawan.

Meskipun begitu, Hery terlihat cukup senang karena bisa mendapat sepatu dan baju training gratis bermerek saat menjadi relawan Piala Dunia 2022.

"Saya dapat sepatu dan training gratis merek lo," kata Hery sambil tertawa.

Namun, hal tersebut bukanlah sebuah alasan utama mengapa Hery mau menjadi relawan Piala Dunia 2022.

Lantas, apa alasan yang membuat Hery tertarik menjadi relawan Piala Dunia 2022?

Hery Kartono, seorang relawan Piala Dunia 2022 yang berasal dari Indonesia. Dari 300.000 pelamar yang mendaftar, ia berhasil lolos menjadi relawan.
Hery Kartono, seorang relawan Piala Dunia 2022 yang berasal dari Indonesia. Ternyata, jadi relawan Piala Dunia 2022 tidak dibayar, melainkan mendapat sepatu dan baju training gratis bermerek. (Tribunnews.com/Eko Priyono)

Baca juga: Hery Kartono, Relawan Piala Dunia 2022 Qatar Asal Indonesia: Lolos dari 300.000 Pelamar

Ingin Berkontribusi untuk Qatar

Ia pun mengaku bahwa dirinya menjadi relawan Piala Dunia 2022 karena ingin berkontribusi untuk Qatar selaku tuan rumah.

Selain itu, ia menilai bahwa momentum Piala Dunia 2022 sangatlah berharga yang tidak mungkin bisa kejadian lagi di Qatar.

"Kalau kita bicara sebagai penduduk, saya cari makan dan hidup di Qatar."

"Kalau saya dibayar karena pekerjaan itu wajar, dimanapun."

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klasemen
Group A
Tim
P
1
Belanda
7
2
Senegal
6
3
Ecuador
4
4
Qatar
0
Group B
Tim
P
1
Inggris
7
2
Amerika serikat
5
3
Iran
3
4
Wales
1
Group C
Tim
P
1
Argentina
6
2
Poland
4
3
Mexico
4
4
Saudi Arabia
3
Group D
Tim
P
1
Prancis
6
2
Australia
6
3
Tunisia
4
4
Denmark
1
Group E
Tim
P
1
Jepang
6
2
Spanyol
4
3
Jerman
4
4
Costa Rica
3
Group F
Tim
P
1
Morocco
7
2
Croatia
5
3
Belgia
4
4
Canada
0
Group G
Tim
P
1
Brazil
6
2
Swiss
6
3
Cameroon
4
4
Serbia
1
Group H
Tim
P
1
Portugal
6
2
Korea Selatan
4
3
Uruguay
4
4
Ghana
3
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas