Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Selebrasi Lokal 2022
LIVE ●

Serba-serbi Piala Dunia 2022: Jarang Terdengar Bunyi Klakson di Qatar, Ternyata Ini Penyebabnya

Berbeda dengan Indonesia, membunyikan klakson di Qatar dianggap tindakan yang tidak sopan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Drajat Sugiri
zoom-in Serba-serbi Piala Dunia 2022: Jarang Terdengar Bunyi Klakson di Qatar, Ternyata Ini Penyebabnya
Tribunnews.com/Eko Priyono
Orang Indonesia (Eriyadi) yang saat ini tengah bekerja di Qatar. Ternyata membunyikan klakson di Qatar dianggap tindakan yang tidak sopan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Priyono dari Qatar

TRIBUNNEWS.COM - Di Qatar, jarang terdengar bunyi klakson.

Dan ternyata, ada alasan dibalik jarang terdengarnya bunyi klakson di Qatar.

Jurnalis Tribunnews, Eko Priyono, berkesempatan bertemu dan mewawancarai langsung orang Indonesia yang saat ini tengah bekerja di Qatar, yakni Eriyadi, Sabtu (10/12/2022).

Dari pantauan langsung via Facebook Wartakota, Eriyadi menuturkan bahwa orang yang membunyikan klakson dianggap tidak sopan.

Berbeda dengan Indonesia, membunyikan klakson di Qatar dianggap tindakan yang tidak sopan.
Orang Indonesia (Eriyadi) yang saat ini tengah bekerja di Qatar. Ternyata membunyikan klakson di Qatar dianggap tindakan yang tidak sopan. (Tribunnews.com/Eko Priyono)

Baca juga: Sisi Lain Qatar Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Kebanyakan Warganya Punya Mobil Besar, Ini Alasannya

Dianggap Tidak Sopan

Eriyadi menjelaskan bahwa orang Qatar memang tidak sembarangan dalam membunyikan klakson, beda dengan Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika di Indonesia, membunyikan klakson adalah hal yang wajar apalagi di tengah kondisi jalanan yang padat dan macet.

Selain itu, bunyi klakson juga merupakan isyarat bahwa ada kendaraan yang akan melintas.

Lalu, juga sebagai peringatan kepada pengendara lain atau pejalan kaki untuk berhati-hati.

Namun, tampaknya hal tersebut berbeda dengan Qatar.

"Di sini, membunyikan klakson bisa dianggap tindakan yang ofensif (penyerangan).

"Kalau orang yang diklakson tidak suka, bisa lapor polisi, tapi sejauh ini jarang sih."

"Yang masih sering klakson-klakson itu supir dari Asia Selatan, mungkin itu sudah menjadi kebiasaan mereka."

"Tapi kalau yang warga asli sini, klakson itu terlalu kasar," kata Eriyadi.

Baca juga: Seusai Piala Dunia 2022, Kapasitas Stadion Education City Bakal Dikurangi dari 45.000 jadi 20.000

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klasemen
Group A
Tim
P
1
Belanda
7
1
Meksiko
0
2
Senegal
6
Group B
Tim
P
1
Inggris
7
1
Kanada
0
2
Bosnia
0
2
Amerika serikat
5
Group C
Tim
P
1
Argentina
6
1
Brasil
0
2
Maroko
0
Group D
Tim
P
1
Prancis
6
1
Amerika Serikat
0
2
Paraguay
0
Group E
Tim
P
1
Jerman
0
1
Jepang
6
2
Spanyol
4
2
Curacao
0
Group F
Tim
P
1
Belanda
0
1
Morocco
7
2
Jepang
0
2
Croatia
5
Group G
Tim
P
1
Brazil
6
1
Belgia
0
2
Swiss
6
Group H
Tim
P
1
Portugal
6
1
Spanyol
0
2
Tanjung Verde
0
2
Korea Selatan
4
Group I
Tim
P
1
Prancis
0
Group J
Tim
P
1
Argentina
0
Group K
Tim
P
1
Portugal
0
Group L
Tim
P
1
Inggris
0
Atas