Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Ini Cara KPU Antisipasi Penyebaran Covid-19 di TPS

Komisioner KPU RI, Viryan Aziz, mengatakan pihaknya akan mengganti metode pemberian tinta pada pencoblosan

Ini Cara KPU Antisipasi Penyebaran Covid-19 di TPS
setkab.go.id
Pilkada Serentak 2020 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengubah metode pemberian tinta setelah melakukan pencoblosan kertas suara pada saat pemungutan suara di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Metode baru itu sudah diputuskan dalam rapat pleno seluruh anggota KPU RI. Upaya ini dilakukan untuk mencegah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Komisioner KPU RI, Viryan Aziz, mengatakan pihaknya akan mengganti metode pemberian tinta pada pencoblosan pada Pilkada Serentak 2020 guna mencegah penularan Covid-19.

Baca: Satgas Nusantara: Isu Primordialisme Masih Menjadi Potensi untuk Kerawanan Pilkada

Baca: Mendagri Paparkan Dampak Positif Pilkada Langsung, Batu Loncatan Berkiprah di Tingkat Nasional?

Baca: Isu SARA Diprediksi Tak Akan Laku di Pilkada 2020

Jika selama ini cara pemberian tinta ke jari pemilih dilakukan secara dicelup, maka kali ini diganti dengan model tetes menggunakan pipet. Setelah memilih, kata dia, akan diberikan tinta dengan cara ditetes berbeda dengan cara sebelumnya dicelup.

"Kalau ada paku terpapar Covid bisa tercegah. Paku ini akan dibersihkan disinfektan. Jari dimasukkan ke dalam tinta, itu pilkada old," kata Viryan, pada saat sesi diskusi "Pilkada Serentak Ditengah Kondisi New Normal", Sabtu (20/6/2020).

Sebelum masuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), kata dia, pemilih diwajibkan mencuci tangan menggunakan air dan sabun yang sudah disediakan petugas atau menggunakan hand sanitizer.

Untuk mencegah kerumunan di TPS, kata dia, maka petugas akan meminta calon pemilih menggunakan hak suara pada 9 Desember 2020 sesuai yang tertera di surat undangan untuk memilih.

"Nanti diundangan disebutkan ke TPS pukul sekian dengan pertimbangan tidak terjadi kerumunan di TPS," ujarnya.

Pemilih diwajibkan memakai masker. Setelah itu, petugas akan mengukur suhu para pemilih menggunakan thermogun saat hendak memasuki tempat pencoblosan.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas