Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Jokowi Tak Ingin Gelaran Pilkada 2020 Justru Timbul Klaster Baru Covid-19

Presiden juga meminta agar sejumlah negara yang telah menggelar Pemilu di masa pandemi Covid-19 ini bisa dijadikan pedoman dalam protokol kesehatan.

Jokowi Tak Ingin Gelaran Pilkada 2020 Justru Timbul Klaster Baru Covid-19
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dalam gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020, mendatang.

Hal itu penting agar tak timbul klaster baru maupun gelombang baru virus Corona di Indonesia.

"Sehingga tidak nantinya menimbulkan klaster baru atau gelombang baru dari Covid yang kontraproduktif," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait persiapan pelaksaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (5/8/2020).

Baca: Jokowi: Aspek Keselamatan Petugas dan Pemilih Saat Pilkada Harus Jadi Prioritas

Presiden juga meminta agar sejumlah negara yang telah menggelar Pemilu di masa pandemi Covid-19 ini bisa dijadikan pedoman dalam protokol kesehatan.

"Saya melihat beberapa negara juga telah menyelenggarakan Pemilu di masa pandemi ini. Baik pemilu lokal maupun pemilu nasional. Seperti di Singapura, Jerman, perancis, di Korea Selatan," ucap Presiden.

Kepala Negara juga ingin, agar Pilkada yang aman Covid-19 benar-benar dilaksanakan agar bisa meyakinkan pemilih untuk menggunakan hak suaranya.

"Dan yang paling penting kita juga harus bisa meyakinkan pemilih bahwa KPU juga pemerintah sangat concern terhadpa kesehatan dan kesehatan dari Covid," jelas Jokowi.
 

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas