Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR, KPU, Bawaslu dan LSM Sepakat Pilkada Serentak Momentum Lawan Covid-19

Disiplin protokol kesehatan menjadi solusi menghentikan Pandemi COVID-19 yang tengah mengancam hidup manusia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in DPR, KPU, Bawaslu dan LSM Sepakat Pilkada Serentak Momentum Lawan Covid-19
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Pilkada 2020 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sepakat menjadikan Pilkada (pemilihan kepala daerah) Serentak 2020 ini sebagai momentum untuk melawan Pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, pelaksanaan Pilkada harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Tidak ada seorang pun yang menjamin bahwa Covid-19 dalam waktu 18 bulan kita bisa menemukan vaksinnya. Oleh karena itu di RDP terakhir antara pemerintah dengan DPR sepakat bahwa Pilkada serentak tetap dilaksanakan dengan catatan harus mengikuti protokol kesehatan," kata Anggota Komisi II DPR RI, Hugua dalam Webinar Pilkada 2020 dengan tema "Implementasi Pilkada Serentak 2020 sebagai Gerakan Lawan Covid-19", Jumat (7/8/2020).

Hugua mengatakan, Pilkada ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi ada 56 negara yang melaksanakan. Misalnya Korea Selatan melaksanakan pemilihan di puncak pandemi, kemudian pada 5 Agustus di Sri Lanka juga melakukan pemilihan parlemen.

Baca: Ramzi Maju di Pilkada Tangerang Selatan, Siap Tinggalkan Dunia Keartisan Jika Terpilih

"Jadikan Pilkada serentak ini momentum mendapatkan pemimpin berkualitas dan juga untuk melawan pandemi Covid-19 yang meresahkan kehidupan," kata Hugua.

Komisioner KPU Viryan Azis mengatakan, disiplin protokol kesehatan menjadi solusi menghentikan Pandemi Covid-19 yang tengah mengancam hidup manusia.

Dijelaskan, penyelenggaraan pemilihan serentak lanjutan 2020 penuh dengan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Rekomendasi Untuk Anda

"Seluruh jajaran penyelenggara pemilihan umum harus menjadi agen perlawanan Covid-19," katanya.

Sementara Anggota Bawaslu Rahmat Bagja meminta masyarakat khususnya peserta Pilkada, secara sadar menganggap Pilkada kali ini luar biasa karena dilakukan saat pandemi.

"Maka kepatuhan semua pihak insya Allah akan terpenuhi. Karena komitmen semua pihak dan kami akan ingatkan selalu untuk mematuhi protokol kesehatan," kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja.

Direktur Eksekutif Pilkada Watch, Wahyu A Permana mengatakan, Pilkada serentak ini harus menjadi momentum melawan pandemi Covid-19.

Menurutnya, momen Pandemi adalah sarana bertarung denganCovid-19 yang merupakan persoalan seluruh bangsa di dunia.

"Calon kepala daerah haruslah mereka yang mampu menggerakan seluruh potensi masyarakat untuk maju, bangkit melawan pandemik Covid-19. Prioritasnya adalah melakukan protokol kesehatan di setiap tahapan pilkada dan di setiap kehidupan masyarakat," kata Wahyu.

Wahyu menegaskan jika calon kepala daerah harus mampu memberikan tawaran yang realistis agar masyarakat bukan saja dapat bertahan di masa pandemi Covid-19, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya.

Baca: Sekjen PDIP: Partai Pemenang Pemilu Wajar Tempatkan Kader di Jabatan Strategis

"Calon kepala daerah jangan melanggar aturan aturan pilkada dan juga melanggar protokol kesehatan," kata Wahyu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas