Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Pilkada Serentak Momentum Menerapkan Kembali Pancasila

pilkada serentak yang digelar di tengah pandemi Covid-19 justru dapat menjadi momentum untuk kembali menerapkan Pancasila yang mulai jarang

Pilkada Serentak Momentum Menerapkan Kembali Pancasila
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua Komisi II DPR fraksi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perbedaan pandangan politik yang mampu merusak persatuan di masyarakat, seperti tertera di sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia, dikhawatirkan akan muncul dalam gelaran Pilkada Serentak 2020.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan pilkada serentak yang digelar di tengah pandemi Covid-19 justru dapat menjadi momentum untuk kembali menerapkan Pancasila yang mulai jarang dibicarakan di masyarakat. 

"Ini sebetulnya momentum untuk merubah semua tata cara dalam semua aspek kehidupan termasuk masalah ideologi. Jadi kalau selama ini kita menilai bahwa Pancasila ini masih terasa kurang sekarang dalam pembicaraan, inilah momentumnya saatnya kita membicarakan itu. Karena semua kita lupakan yang lalu, kita kembali ke nol sekarang dalam membangun tatanan baru atau new normal," ujar Doli, Sabtu (1/8/2020).

Doli melihat demokrasi hanyalah alat untuk mencapai tujuan besar negara Indonesia yakni menciptakan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Sehingga pilkada serentak yang merupakan kontestasi demokrasi harus dipergunakan sebaik-baiknya dan relevan dengan tujuan bangsa tersebut.

Baca: DPR, KPU, Bawaslu dan LSM Sepakat Pilkada Serentak Momentum Lawan Covid-19

"Nggak mungkin kita bisa mencapai masyarakat yang makmur kalau kita tidak bersatu, kalau kita tidak solid. Oleh karenanya itu (persatuan, - red) adalah salah satu yang harus kita jaga di dalam pilkada serentak ini," kata dia. 

Pilkada serentak mendatang juga dilihat akan fokus kepada satu masalah yakni bagaimana melawan atau menuntaskan masalah pandemi Covid-19. Karenanya, Doli sepakat apabila dalam kampanye nanti, tema yang diusung oleh bakal calon adalah bagaimana mereka bisa membangun optimisme dan membangun kebersamaan untuk melawan Covid-19 serta keluar dari krisis yang ditimbulkannya. 

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengatakan pandemi Covid-19 harus dijadikan sebuah perdebatan dan agenda untuk mencari calon kepala daerah. Romo Benny menilai masyarakat mencari pemimpin yang bisa memenuhi harapan dan memberikan solusi akibat terdampak Covid-19

"Pilkada ini ajang kompetisi, adu program, adu gagasan, bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan pandemi Covid-19 karena daerah-daerah juga merasakan. Jadi ini sebenarnya alat ukurnya cukup menjadi kuat, bagaimana Pancasila itu tidak hanya menjadi dasar negara tetapi Pancasila menjadi praktis dalam kebijakan politik kepala-kepala daerah itu," kata Romo Benny. 

Ilustrasi Pancasila
Ilustrasi Pancasila (Tribun Jogja)

Sementara itu, Doli mengatakan tema-tema tentang SARA yang biasa muncul dalam tiap perhelatan kontestasi politik dan memecah belah tidak akan digubris masyarakat.

Ketika ada bakal calon yang masih membawa tema SARA, dia meyakini hal tersebut akan menjadi bumerang bagi mereka. Karena masyarakat akan lebih fokus dengan solusi yang ditawarkan terkait pandemi. 

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas