Tribun

Pilkada Serentak 2020

Beda Respon Bacalon Wali Kota Tangsel Terkait Wacana Penundaan Pilkada 2020

KPU bersama pemerintah dan DPR harus bisa mengambil keputusan bijak agar tidak menumbalkan nyawa

Beda Respon Bacalon Wali Kota Tangsel Terkait Wacana Penundaan Pilkada 2020
setkab.go.id
Pilkada Serentak 2020 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Siti Nur Azizah menanggapi wacana penundaan Pilkada serentak 2020, termasuk di Tangerang Selatan (Tangsel) yang akan dijalaninya.

Seperti diketahui, Putri Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin itu, akan berlaga di Pilkada Tangsel sebagai calon wali kota.

Azizah yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu berpasangan dengan kader PKS, Ruhamaben.

Selain Demokrat dan PKS, Azizah-Ruhama juga diusung PKB dan didukung partai non-parlemen PKPI.

Baca: Ungkap Keberatan Soal Konser Langsung Saat Kampanye Pilkada 2020, Tito Surati KPU

Azizah mengaku siap jika Pilkada Tangsel harus ditunda dengan alasan darurat paparan Covid-19.

Menurutnya, kesehatan masyarakat prioritas utama. KPU bersama pemerintah dan DPR harus bisa mengambil keputusan bijak agar tidak menumbalkan nyawa manusia, namun demokrasi juga tetap hidup.

"Ibu siap aja (Pilkada ditunda). Mau apapun yang jadi kebijakan pemerintah, sebagai paslon tentu akan mengikuti. Tentu kami meyakini bahwa keputusan yang diambil mengutamakan keselamatan nyawa manusia dan juga nyawa demokrasi," ujar Azizah saat dihubungi TribunJakarta.com, Minggu (20/9/2020).

Bagi Azizah, keputusan harus diambil dengan seimbang demi kepentingan demokrasi tidak boleh menyepelekan kesehatan masyarakat.

Baca: KPU: Paslon yang Negatif Covid-19 Bisa dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Namun dengan Syarat

Pun sebaliknya, jangan sampai pandemi virus ganas itu mematikan demokrasi dalam rangka pemilihan calon pemimpin.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas