Tribun

Pilkada Serentak 2020

Mulyadi Inovasikan Pelayanan Publik Berbasis IT

Mulyadi menegaskan keinginannya agar pelayanan publik yang ada berbasis teknologi informasi yang modern.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mulyadi Inovasikan Pelayanan Publik Berbasis IT
Istimewa
Anggota DPR RI yang juga Calon Gubernur Sumatera Barat, Mulyadi menegaskan keinginannya agar pelayanan publik yang ada berbasis teknologi informasi yang modern. 

TRIBUNNEWS.COM, SUMBAR - Anggota DPR RI yang juga Calon Gubernur Sumatera Barat, Mulyadi menegaskan keinginannya agar pelayanan publik yang ada berbasis teknologi informasi yang modern.

Hal itu sebagai bentuk inovasi yang dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam visi-misi paslon nomor urut 1, Mulyadi-Ali Mukhni tercantum salah satu poin yang menjadi fokus pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat dan PAN ini adalah 'Mewujudkan Birokrasi Berbasis Sistem Digital Modern yang Mengutamakan Aspek Pelayanan dan Kemudahan kepada Masyarakat'.

Mulyadi-Ali Mukhni ingin mental pelayanan benar-benar terwujud pada birokrasi. 

Agar masyarakat merasakan pelayanan maksimal.

Serta membangun pelayanan terpadu berbasis online yang dilengkapi dengan complaint system untuk mengetahui dan menampung keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang dibangun.

Baca juga: Sumbar Harus Mendapat Insentif Karena Jaga Hutan, Mulyadi: Perlu Kerja Gubernur yang Cerdas

"Misi kami ada pelayanan berbasis digital IT modern. Artinya orang yang mau mengurus perizinan tidak perlu ketemu dan bertatap muka. Bahkan di dalamnya juga kita bikin komplain sistem," kata Mulyadi, Sabtu (28/11/2020).

Mulyadi menyebut, mengurus pelayanan tatap muka merupakan cara yang konvensional. 

Selain itu akan membuka peluang untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan UU dan itu sudah jadi rahasia umum.

Teknologi saat ini, menurut Mulyadi harus dimanfaatkan untuk membangun birokrasi yang berkeadilan dan jauh dari upaya tidak diinginkan. 

Sehingga akan dicapai sebuah birokrasi yang maju dan meninggalkan cara-cara lama.

"Kalau kita ingin maju, kita perbaiki sistem perizinan kita. Jangan sampai ada anggapan lagi tentang 'Izin Alun Kalua, Pitih Alah Abih'. 

Apalagi jika masih ada yang punya mental suap baik di birokrasi maupun yang mengajukan. Itu harus kita ubah," pungkas Mulyadi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas