Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gerindra: Polisi Itu Bhayangkari Negara, Bukan Rezim

Gerakan ganti presiden menurut Muzani merupakan bentuk eksepesi politik masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Gerindra: Polisi Itu Bhayangkari Negara, Bukan Rezim
Tribunnews.com/ Reza Deni
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani kembali mengkritik keras langkah Kepolisian yang melarang gerakan ganti presiden di sejumlah wilayah.

Muzani menilai larangan tersebut merupakan bentuk kekhawatiran dan kepanikan pemerintah terhadap keinginan masyarakat mengganti pemimpinnya.

"Ya iya (khawatir). Kenapa harus menggunakan aparat itu? Kan kasian. Polisi itu kan bayangkari negara, bukan bayangkari rezim," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (28/8/2018).

Gerakan ganti presiden menurut Muzani merupakan bentuk eksepesi politik masyarakat.

Mereka mengekspresikan aspirasi politiknya melalui puisi dan pagelaran musik karena tidak mampu untuk membuat baliho seperti yang dilakukan kubu pemerintah.

"Tapi orang yang tidak menginginkan Jokowi karena tidak bisa pasang baliho duitnya mahal akhirnya ekspresi begitu," katanya.

Menurut Muzani apabila gerakan ganti presiden dilarang sebaiknya pemasanga baliho yang dilakukan kubu Jokowi juga dilarang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pasang baliho engga dilarang tuh," katanya.

Muzani tidak menampik meski gerakan ganti presiden tidak menyebutkan langsung mendukung Prabowo-Sandiaga, namun gerakan tersebut sangat menguntungkan pihaknya.

"Kami tidak bisa pungkiri itu," katanya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas