Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Buni Yani Senang Diajak Gabung Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

Dalam percakapannya dengan Buni Yani, Aldwin mengatakan terpidana kasus ujaran kebencian itu, antusias ketika dihubungi Djoko.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
zoom-in Buni Yani Senang Diajak Gabung Tim Pemenangan Prabowo-Sandi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Buni Yani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menjelaskan, kliennya begitu senang ketika diajak bergabung dengan tim pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga.

Dalam percakapannya dengan Buni Yani, Aldwin mengatakan terpidana kasus ujaran kebencian itu, antusias ketika dihubungi Djoko.

Baca: Warga Binaan Lapas Purwakarta Deklarasi Hapus Buta Huruf Alquran

Baca: Indonesia Vs Mauritius - Ada Ancaman dari Rekan Samuel Umtiti dan Alexandre Lacazette

"Kemarin itu dia memang kelihatannya senang sih. Belum lama ini dihubungi langsung oleh Pak Djoko Santoso," ujarnya kepada Tribun, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Baginya, kedekatan antara Buni Yani dan Djoko Santoso bukanlah hal baru. Selama masih berproses dengan hukum, Buni beberapa kali menemui Djoko untuk berdiskusi atas kasusnya. Kerap kali, wakil ketua Dewan Pembina Gerindra itu juga memberikan saran kepada mantan wartawan tersebut.

"Oh kenalnya mereka sudah lama. Semenjak proses hukum, Pak Buni memang ketemu sama Pak Djoko. Disitu mereka sering berdiskusi. Kalau bicara dekat sih, ya memang dekat sudah dari lama. Mungkin itu juga yang jadi alasan kenapa ditarik," ungkapnya.

Mengenai kasus hukum yang menimpa kliennya, Aldwin mengatakan masih menunggu proses di Mahkamah Agung atas kasasi yang dilayangkan pihaknya.

"Sejauh ini masih menunggu. Harusnya kan kalau dihitung itu Mei sudah bisa putus. Tapi, sampai sekarang masih belum tahu bagiamana? Kami menghormati proses hukumlah," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bakal Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno meminta kepada masyarakat untuk move on dari kasus yang menimpa Buni Yani. Menurutnya, masyarakat tidak perlu mengungkit-ungkit kembali mengenai hal yang bisa membuat luka lama. "Move on dari kisah lama yang bisa memecah belah. Dari hal yang bisa membuat luka," katanya di Ciganjur.

Kendati demikian, Sandi menjelaskan belum 100 persen Buni Yani akan masuk dalam tim pemenangan mereka. Buni Yani sejau ini memang diproyeksikan untuk mejadi anggota tim media sosial pemenangan Prabowo-Sandi.

"Tunggu saja. Sampai semua final disampaikan partai koalisi dan nanti disepakati berdasarkan draf," jelasnya.

Waspada Terulang

Wakil Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyampaikan pihaknya akan tetap waspada dengan kehadiran Buni Yani di kubu sebelah. Pasalnya, kemungkinan besar kejadian politik pada 2017 akan kembali terulang.

"Kita sih waspada saja. Jika nanti ada pengulangan kejadian seperti 2017 kemarin," jelasnya di Jakarta.

Jelas dia, pihaknya menginginkan kampanye pemilihan presiden kali ini berjalan secara damai dengan mengedepankan visi. misi dan program yang dicanangkan oleh pasangan calon. "Jangan sampai ada kejadian Pilkada Jakarta ini terulang dengan membangun politik identitas. Kita perlu jaga bersama agar pilpres ini sejuk dan damai," lanjutnya.

Nama Buni Yani kembali santer terdengar ketika namanya kembali disebut untuk masuk dalam anggota tim pemenangan pasangan Prabowo-Sandi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas