Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Nilai Usulan Debat Capres-Cawapres Pakai Bahasa Inggris Keblinger

Usulan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar satu sesi debat capres-cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris dinilai keblinger.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pengamat Nilai Usulan Debat Capres-Cawapres Pakai Bahasa Inggris Keblinger
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Hendri Satrio 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usulan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar satu sesi debat capres-cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris dinilai keblinger.

"Itu usulan keblinger menurut saya. Kita ini orang Indonesia kok ngomongnya pakai Bahasa Inggris. Ngak perlulah itu," ujar pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada Tribunnews.com, Jumat (14/9/2018).

Baca: MA Izinkan Mantan Narapidana Korupsi Jadi Caleg, Sandiaga: Berarti End of Story

Menurutnya, pemilih hanya ingin mengetahui visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan para capres dan cawapres bila nantinya akan memimpin bangsa ini.

"Emangnya mau gaya-gayaan saja melihat siapa yang lancar bahasa Inggrisnya. Tidak perlu lah," ucapnya.

Baca: Sandiaga Enggan Ekspos Relawan Jokowi yang Merapat ke Kubunya

"Lebih keren, berbanggalah menggunakan Bahasa Indonesia," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas