Natalius Pigai: Kalau Mau Menang, Prabowo Harus Ungguli Jokowi dengan Selisih Dua Digit
Natalius mengatakan bahwa selisih 10 persen itu bisa menghindarkan manipulasi data akhir perolehan suara.
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengatakan bila ingin memenangkan Pilpres 2019 maka Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno harus mengungguli pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan selisih suara di atas dua digit atau minimal 10 persen.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi “Keamanan Pilpres 2019: Optimisme Atau Kekhawatiran?” di Seknas Prabowo-Sandi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).
Natalius mengatakan bahwa selisih 10 persen itu bisa menghindarkan manipulasi data akhir perolehan suara.
“Kalau tidak mau dimanipulasi harus menang dengan selisi dua digit, kalau selisih hanya 1-2 persen rentan sekali dimanipulasi,” ungkapnya.
Baca: Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Masih Hirup Udara Bebas Meski Sudah Berstatus Tersangka KPK
Natalius menegaskan bahwa selisih 10 persen itu tidak mustahil dicapai Prabowo-Sandi dengan kerja keras seluruh elemen pemenangan.
Menurutnya relawan Prabowo-Sandi bisa berkontribusi dengan mengawasi secara ketat penghitungan suara di wilayah rawan.
“Di luar Jawa sebenarnya perolehan suara kedua capres bisa berimbang, oleh karena itu perlu diawasi secara ketat di wilayah-wilayah pinggiran yang rawan, jangan lengah yang jelas,” pungkasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.