Bambang Widjojanto Mengaku Belum Kantongi SK dari KPU untuk Jadi Panelis Debat
"Moderatornya menyampaikan secara obyektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak," ujar Kiai Ma'ruf.
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai salah satu panelis debat pertama capres-cawapres.
Pria yang akrab disapa BW itu ketika dikonfirmasi wartawan Tribunnews.com perihal kesediaannya jadi panelis debat, belum bisa memberikan pernyataannya.
Ia menyebut karena saat ini dirinya belum memegang SK (Surat Keputusan) dari KPU. "Sobat, saya belum pegang SK-nya. Jadi sebaiknya tidak beri pernyataan apapun dulu," ujar BW kepada Tribunnews.com, Sabtu (29/12/2018).
KPU sudah menetapkan Ira Koesno dan Imam Priyono sebagai moderator debat.
Untuk posisi panelis, selain Bambang Widjojanto, ada nama Hikmahanto Juwana, Bagir Manan, Ahmad Taufan Damanik, Bivitri Susanti, Koordinator, Adnan Topan Husodo, dan Margarito Kamis.
Namun sosok BW dinilai telah menjadi bagian dari partai politik tertentu.
Pada pemilihan gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta 2017 lalu, BW menjadi tim pemenangan salah satu pasangan calon, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Maruf Amin Minta Panelis Bersikap Netral
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin berpendapat moderator dan panelis debat semestinya bersikap netral dan profesional bukan memojokkan salah satu pasangan calon.
"Moderatornya menyampaikan secara obyektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak," ujar Kiai Ma'ruf.
Baca: Ria Ricis Ingin Berangkat Haji dan Biayai Fans Umroh
Moderator juga diharapkan tidak menyimpang dari skenario yang disiapkan KPU. Kiai Ma'ruf juga tak mempermasalahkan siapapun orangnya yang ditunjuk KPU. "Kita percaya KPU pasti memilih mereka yang kredibel," ujarnya.
Soal panelis, ketika ditanya salah satunya adalah Bambang Widjojanto, yang dikenal dekat dengan sejumlah tokoh di Timses Prabowo Subianto, Kiai Ma'ruf Amin mengatakan bahwa panelis juga sama dengan moderator, sebaiknya menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang obyektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak.
"Panelis itu harus berlaku obyektif, jujur. Kalau itu sudah dilakukan, saya kira dari kelompok manapun, dari profesi apapun tidak menjadi masalah buat kita," ujar Kiai Ma'ruf.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.