Ini Respon Sekretaris TKN Terkait Hoaks 'Pelajaran Agama Dihapus Jika Jokowi Terpilih'
Hasto mengatakan, bahwa hoaks digunakan sebenarnya untuk menutupi kelemahan dari Prabowo-Sandi sendiri.
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menanggapi hoaks yang menyebut 'Pelajaran Agama Dihapus Jika Jokowi Terpilih'.
Hasto mengatakan, bahwa hoaks digunakan sebenarnya untuk menutupi kelemahan dari Prabowo - Sandi sendiri.
Hal itu disampaikannya disela Safari Kebangsaan X menyusuri Propinsi Aceh, Rabu (6/3/2019).
"Sebenarnya hoax itu untuk menutup kelemahan dari mereka. Ketika mereka menggunakan isu Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin tidak islami, bagaimana mungkin seorang ulama besar tidak islami? Itukan untuk menutup mereka (Prabowo-Sandi) yang tidak islami," kata Hasto.
Sekjen PDI Perjuangan ini pun menaruh curiga dari perbuatan emak-emak penyebar hoaks itu.
Ia menyebut, jika hoaks itu dilancarkan guna menutupi pihak Prabowo-Sandi ketika menggunakan isu LGBT untuk menyerang Jokowi-KH Ma'ruf.
Untuk itu, Hasto mengatakan pihaknya mengajak semua pihak berpolitik secara positif seperti yang dilakukan oleh Jokowi-Ma'ruf Amin.
Baca: Tangkal Hoaks Jelang Pemilu, Kapolda Metro Jaya Imbau Jajarannya Lakukan Patroli Siber
Hasto pun merespon keras soal hoaks azan dilarang kalau Jokowi-Ma'ruf menang.
"Bagaimana mungkin Kiai Ma'ruf mau melarang adzan? Justru Pak Prabowo yang tidak mendengar azan," jelas Hasto.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.