Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ma'ruf Amin Dapat Masukan dari Dosen Hingga KSP untuk Hadapi Debat Ketiga Pilpres 2019

Debat ketiga Pilpres 2019 akan mempertemukan calon wakil presiden Ma'ruf Amin dengan Sandiaga Uno.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ma'ruf Amin Dapat Masukan dari Dosen Hingga KSP untuk Hadapi Debat Ketiga Pilpres 2019
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Direktur Program TKN Aria Bima di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Debat ketiga Pilpres 2019 akan mempertemukan calon wakil presiden Ma'ruf Amin dengan Sandiaga Uno.

Guna menghadapi debat ketiga Pilpres 2019 tersebut, Maruf Amin sudah mempersiapkan diri dengan bertemu sejumlah pakar.

Menurut Direktur Program TKN Aria Bima, persiapan Ma'ruf memang secara khusus dilakukan.

Sebab Ma'ruf menjadi representasi sosok yang harus melanjutkan program kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Baca: Lontarkan Ancaman, TKN Nilai Bahar Bin Smith Bukan Pemuka Agama Matang

Utamanya isu-isu yang berkaitan dengan tema debat, yakni kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan dan sosial budaya.

"Ada suatu pendamping khusus untuk menjelaskan capaian yang sudah dilaksanakan pak Jokowi-JK dan akan dilanjutkan oleh pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin. Maka supaya terjadi integrasi konten, dibutuhkan tim yang terus memberikan pendampingan kepada pak Kiai," ujar Aria di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut Aria mengatakan, selain dari tim sukses, mereka yang menjadi sosok pemberi masukan kepada Ma'ruf berasal dari berbagai elemen.

Baca: BPN Merasa Dirugikan dengan Putusan MK Soal Presiden Tidak Perlu Cuti Kampanye

Seperti dosen Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.

Bahkan, pihak dari Kantor Staf Presiden (KSP) juga diminta menjadi satu pihak yang memberi masukan ke Ma'ruf Amin.

Sebab menurut Aria, KSP masih menjadi lembaga negara nonstruktural yang berada di bawah dan punya tanggung jawab kepada Presiden, serta masih termasuk bagian pemerintahan.

Bukan tim sukses salah satu paslon.

Hal sama juga bisa dilakukan kubu paslon 02 jika memang membutuhkan.

Baca: Abdul Aziz Mengapresiasi dan Bangga KNPI Banten Menjalankan Amanat Penyatuan

"KSP kalau butuh saya ngundang, karena itu pemerintah. Dia bukan bagian timses, saya minta. Dan itu juga bisa diminta (paslon) 02," kata Aria.

"Jadi sah-sah saja selama beliau ini sebagai narsum untuk masukan agar kita pintar dan teknokratik," imbuhnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas