Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

5 Fakta Agung Darma Pengantar Galon yang Jadi Caleg, Berhasil Jadi Anggota DPRD Muna Barat

Agung Darma, pengantar galon yang jadi caleg DPRD Muna Barat yang viral sempat berencana jual ginjal jika gagal, berhasil lolos.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fitriana Andriyani
zoom-in 5 Fakta Agung Darma Pengantar Galon yang Jadi Caleg, Berhasil Jadi Anggota DPRD Muna Barat
Handout
Agung Darma (28), warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, yang pekerjaanya honorer di Puskesmas dan pengantar galon air, berhasil mengalahkan lawan politiknya dengan mengamankan satu kursi di DPRD Muna Barat dalam pencoblosan pemilu 17 April kemarin. (Hand Out) 

“Alhamdulilah senang sekali, senangnya itu karena dukungan orangtua yang begitu full memberikan semangat, dan antusias masyarakat."

"Dengan keberhasilan ini, semua turut bangga, karena perjuangan bersama-sama, kita menangkan pertarungan ini,” kata Agung, Kamis (25/4/2019). 

Chandra Saputra, calon legeslatif yang hampir jual ginjalnya karena terlilit utang dana kampanye di Pemilu 2014.
Chandra Saputra, calon legeslatif yang hampir jual ginjalnya karena terlilit utang dana kampanye di Pemilu 2014. (TribunnewsBogor/kolase)

Kalah Pemilu hingga Dikejar Rentenir, Caleg Ini Hampir Jual Ginjal untuk Bayar Utang Dana Kampanye

Kini masyarakat Indonesia sedang menikmati euforia pesta demokrasi.

Pemilihan umum atau Pemilu 2019 sudah terlaksana pada Rabu (17/4/2019) kemarin.

Selain memilih calon presiden, masyarakat Indonesia juga wajib menggunakan hak suaranya untuk para calon legeslatif atau caleg.

Para caleg ini biasanya dengan susah payah bisa mengajukan dirinya sebagai wakil rakyat.

Rekomendasi Untuk Anda

Dibutuhkan banyak pikiran dan tenaga agar dirinya bisa dikenal masyarakat dan meraup suara banyak.

Baca: Caleg Stres di Padepokan Anti Galau Yayasan Al Busthomi Cirebon Harus Mandi Kembang, Ini Alasannya

Baca: 4 Kisah Caleg dan Tim Sukses Caleg yang Gagal pada Pemilu 2019, dari Depresi Hingga Mandi Kembang

Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah butuh biaya yang tak sedikit bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Namun, meski sudah mengeluarkan banyak biaya dan tenaga, nyatanya tak semua caleg bisa melenggang ke parlemen.

Hal ini sudah menjadi hal yang biasa terjadi di antara para calon legeslatif.

Gagalnya para calon legeslatif ini tak jarang berdampak pada kondisi kejiwaan si caleg.

Terkadang mereka memiliki beban dalam aspek ekonomi karena dana besar yang telah digelontorkan.

Fenomena semacam ini telah terjadi pada Pemilu 2014 silam.

Dikutip dari Nakita, diketahui calon legeslatif Dapil 4 yang berasal dari Kabupaten Pekalongan gagal mendapatkan kursi di DPRD.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas