Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Partai Demokrat Beda Pandangan dengan BPN Soal Hal Ini

Hinca Panjaitan ikut berkomentar soal sikap kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menolak maju banding ke Mahkamah Konstitusi (MK)

Partai Demokrat Beda Pandangan dengan BPN Soal Hal Ini
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan ikut berkomentar soal sikap kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menolak maju banding ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pemilu 2019.

Alasan penolakan dari BPN, lantaran MK dituding tidak akan menindaklanjuti aduan mereka.

Berbeda pandangan dari BPN, Partai Demokrat yang juga masih terdaftar dalam koalisi Adil Makmur mengaku menghormati konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

"Kami, saya katakan, Partai Demokrat itu didirikan berbasiskan konstitusi dan UU. Apa yang disepakati tangga-tangga itu, kami tertib. Itu lah demokrasi," kata Hinca di KPU RI, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019).

Baca: Puluhan Pasangan Tak Resmi Terciduk di Sebuah Hotel di Kediri, Salah Satunya Sudah Hamil

Baca: Tasya Kamila Ungkap Awal Mula Dirinya Harus Operasi Caesar untuk Melahirkan

Kemudian Hinca menyarankan kepada peserta Pemilu manapun, termasuk capres-cawapres, yang merasa keberatan terhadap hasil final rekapitulasi suara Pemilu 2019, untuk maju ke MK.

Sebab dalam PKPU nomor 10 tahun 2019 sudah memberikan kesempatan tersebut. Peserta Pemilu bisa mengajukan sengketa hasil selama 3x24 jam setelah hasil rekap diumumkan KPU.

"Jadi kalau sudah diatur sedemikian rupa, siapa pun yang keberatan atas rekapitulasi yang diumumkan KPU, dan tenggang waktu keberatan diberikan, tentu dia bisa menggunakan itu," katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas