Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Di Paripurna, Anggota Fraksi Gerindra Interupsi Pembentukan TGPF Kerusuhan 22 Mei

Sodik mengatakan kerusuhan 22 merupakan bencana nasional. Harus ada pengungkapan peristiwa tersebut mulai dari penyebab hingga korban jiwanya.

Di Paripurna, Anggota Fraksi Gerindra Interupsi Pembentukan TGPF Kerusuhan 22 Mei
ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Personel polisi berdoa sebelum berbuka puasa di tengah kerusuhan aksi massa 22 Mei di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta, Rabu (22/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPR RI menggelar rapat paripurna masa Persidangan V tahun 2018-2019, Selasa (28/5/2019). Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto itu, diwarnai sejumlah interupsi anggota dewan.

Salah satunya yakni dari anggota Fraksi Gerindra Sodik Mudjahid yang meminta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta independen kerusuhan 22 Mei.

"Kami mengusulkan ada agenda pembahasan ini untuk mendesak pemerintah membentuk tim independen gabungan pencari fakta," kata Sodik.

Sodik mengatakan kerusuhan 22 merupakan bencana nasional. Harus ada pengungkapan peristiwa tersebut mulai dari penyebab hingga korban jiwanya.

Baca: Klarifikasi PMI Terkait Video Perempuan Mengenakan Rompi Palang Merah Saat Aksi 22 Mei

Ia mengatakan banyak kasus-kasus hak asasi manusia dan perlakuan kekerasan aparat keamanan terhadap rakyat yang sampai sekarang peristiwanya terkatung-katung dan menjadi hutang masa lalu.

"Marilah kita sekarang melakukan sebuah upaya baru, tim gabungan pencari fakta agar tidak lagi utang masa lalu. kasus munir, kasus Novel Baswedan, kasus Trisakti, yang sering menjadi beban bagi orang-orang yang dituduh karena tidak tuntas," katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas