Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Pernyataan Syarief Hasan Soal Merapatnya Demokrat ke Koalisi Jokowi: Kalau Ada Chemistry Kita Gabung

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menyatakan, jika Demokrat tidak menutup kemungkinan merapat ke kubu Jokowi-Maruf Amin.

Pernyataan Syarief Hasan Soal Merapatnya Demokrat ke Koalisi Jokowi: Kalau Ada Chemistry Kita Gabung
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menyatakan, jika Demokrat tidak menutup kemungkinan merapat ke kubu Jokowi-Maruf Amin. 

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menyatakan jika Demokrat tidak menutup kemungkinan merapat ke kubu Jokowi-Maruf Amin.

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, tidak menutup kemungkinan Demokrat bergabung dengan koalisi Joko Widodo-Maruf Amin nantinya.

Namun, hal itu tetap bergantung pada sikap politik partai serta kecocokan dengan partai-partai koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Tergantung apakah Partai Demokrat menentukan sikap kemudian ada respons dari temen-temen koalisi 01. Kalau ada chemistry-nya, bisa cocok, tidak tertutup kemungkinan kita gabung," kata Syarief saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Baca: Demokrat : Biarkan Koalisi Bertambah, Berkurang atau Bubar dengan Sendirinya

Baca: Peluang PAN dan Demokrat Gabung ke Parlemen, Golkar: Akan Perkuat Jokowi

Syarief mengatakan, sikap politik Partai Demokrat akan ditentukan setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilpres 2019.

"Buah pikiran itu belum menjadi ketetapan DPP. Artinya semua keputusan yang strategis kedepan harus dirapatkan di Partai demokrat atau mendapatkan arahan ketum partai," ujarnya.

Ia mengatakan, Demokrat memiliki cukup pengalaman, baik sebagai partai pemerintah maupun partai tengah.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM itu menambahkan, pihaknya ingin agar pemerintahan selanjutnya dapat menjalankan program yang ditawarkan Demokrat selama kampanye lalu.

Baca: Maruf Amin: Demokrat-PAN Kemungkinan Gabung Koalisi Jokowi

Baca: Jansen Sebut Demokrat 2 Kali Ditawari Jokowi Masuk Pemerintahan: Jangan Pikir Kami Partai Murahan

"Harapan Demokrat itu adalah kalau nanti ditetapkan secara final oleh MK Pak Jokowi menjadi presiden, harapan kita adalah program-program itu bisa dilaksanakan oleh pak Jokowi," pungkasnya.

Demokrat hingga kini masih tergabung dalam koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Prabowo-Sandiaga kalah suara dari pasangan calon presiden dan wakil presiden 01, Jokowi-Ma'ruf.

Selisih suara keduanya mencapai 16.594.335. Adapun Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,41 persen.

Baca: Majelis Tinggi Demokrat Bantah Koalisi Perlu Bubar, Sindir Rachland Nashidik: Anda Mau Jadi Menteri?

Baca: Partai Demokrat Sejak Awal Kurang Setuju Prabowo Pasangan dengan Sandiaga, Ini Alasannya

Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara (44,59 persen). Namun, Prabowo-Sandiaga mengajukan sengketa hasil Pilpres tersebut ke MK.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Syarief Hasan: Jika Ada 'Chemistry', Tak Tutup Kemungkinan Demokrat Gabung Koalisi Jokowi

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas