Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Moeldoko: Saya Berani Katakan Pihak Sebelah Memproduksi Kebohongan yang TSM

Menurut Moeldoko‎, sejak sebelum Pilpres 2019, kubu Prabowo-Sandiaga sudah menyiapkan tudingan kecurangan kepada pihak Jokowi-Maruf Amin.

Moeldoko: Saya Berani Katakan Pihak Sebelah Memproduksi Kebohongan yang TSM
Fransiskus Adhiyuda/tribunnews.com
Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Moeldoko saat sukuran kemenangan Jokowi-Ma'ruf di kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Moeldoko menilai keterangan para saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandiaga dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) belum bisa menunjukkan adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) seperti yang dituduhkan.

"Dimana sih TSM-nya? Sampai sekarang kayaknya belum ketemu tuh. Jadi belum bisa menghadirkan fakta yang bisa menuju ke sana," ucap Moeldoko, Kamis (20/6/2019) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Moeldoko‎, sejak sebelum Pilpres 2019, kubu Prabowo-Sandiaga sudah menyiapkan tudingan kecurangan kepada pihak Jokowi-Maruf Amin.

Baca: Perludem: Saksi Seharusnya Bisa Yakinkan Adanya Kecurangan TSM - Menguak Data dan Fakta di Sidang MK

Baca: Politikus PDIP Sebut T‎idak Perlu Ada Bagi-bagi Kekuasaan untuk Rekonsiliasi Pasca-Pilpres

Baca: Kejanggalan PPDB SMA di Kota Bandung, Satu Alamat Digunakan Sampai 8 Calon Siswa

Sejak saat itu juga, dia mengaku sudah menyampaikan ada upaya sistematis membentuk opini publik dengan memakai narasi kecurangan.

Moeldoko mengungkapkan dirinya berani memastikan pembentukan opini pada publik bahwa 01 curang itu sudah dilakukan sebelum pemilu.

"Dengan berbagai indikasi saya berani mengatakan senungguhnya menurut saya itu, dari pihak sebelah juga memproduksi kebohongan yang TSM," imbuhnya.

"Karena semburan yang berulang-ulang itu akhirnya meyakinkan benar seolah-olah terjadi kecurangan. Seperti kalimat yang saya katakan, dibalik-balik akhirnya menjadi digoreng kanan kiri. Dia gak sadar kalau saya seneng gorengan," tambah mantan Panglima TNI itu.

Halusinasi

Wakil Direktur Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Lukman Edy mengatakan, saksi tim hukum Prabowo-Sandiaga, Hairul Anas tak pernah pernah mengikuti pelatihan ToT (training of trainer) saksi 01.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas