PON XX Papaua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PON Papua

PON XX Papua Majukan Perekonomian Masyarakat Setempat

PON XX Papua Majukan Perekonomian Masyarakat Setempat
Dok. Kemenpora
Menpora Zainudin Amali (paling kanan) didampingi Asdep SIOR, Firtian Judiswandarta saat mengunjungi Warung Coto Daeng Dado di Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Perhelatan Pekan Olahraga (PON) XX Papua ternyata berdampak positif bagi masyarakat Papua.

Fakta itu terkuak dari pengakuan pelaku ekonomi di Bumi Cenderawasih tersebut meskipun pelaksanaan pesta olahraga terbesar di tanah air empat tahunan ini tinggal 2 hari lagi ditutup tepatnya 15 Oktober 2021.

"Pelaksanaan PON XX Papua membawa berkah. Yang jelas, omset kami semakin bertambah sejak adanya PON XX Papua karena belanja kebutuhan juga semakin meningkat. Setiap hari warung kami yang buka dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIT tidak pernah sepi dari pengunjung begitu juga dengan pesanan," ungkap Yusuf, anak pemilik warung Coto Daeng Dado, Rabu (13/10/2021).

"Saya belum bisa menginformasikan berapa jumlah kenaikannya omset yang didapat karena kami biasanya menyusun laporan keuangan di akhir bulan," kilahnya.

Warung Coto Makassar yang terletak di Jalan Raya Abepura-Kotaraja, Wai Mhorok Abepura, Kota Jayapura, Papua ini dikunjungi Menpora Zainudin Amali untuk menikmati santap siang, Rabu, 13 Oktober 2021.

"Kami merasa terhormat pak Menpora dan rombongan mau berkunjung dan menikmati menu soto makassar. Ini pertama kali warung kami dikunjungi menteri sejak 10 tahun berdiri. Biasanya hanya Kapolda dan Pangdam Cenderawasih saja yang singgah menikmati sajian makanan yang kami sediakan," jelas Yusuf.

Apa yang diungkap Yusuf itu sejalan dengan pernyataan Menpora Amali yang mengatakan dengan adanya PON Papua ini sebagai trigger peningkatan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Ini bukan pertama kali Menpora Amali berkunjung ke warung makan. Sebelumnya, Menpora Amali menikmati makanan di rumah makan Cantika yang menggunakan konsep prasmanan. 

Tidak hanya itu, menteri yang berasal dari Partai Golkar ini juga menyempatkan diri mengunjungi Pasar Mama Mama Papua dan membeli lelang Kopi Arabica dan kopi Tiom asli buatan anak Papua.

Fakta lain bisa dilihat dari keterangan Kepala Perwakilan BI Papua, Naek Tigor Sinaga yang menyebutkan sejak ada perhelatan PON perputaran uang dari Festival Kopi mencapai 1,8 Triliun.

Ya PON XX Papua memang menjalankan empat misi. Yakni, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses secara administrasi dan sukses membangkitkan perekonomian.

"Ini sukses yang keempat, berdasarkan laporan BI perputaran uang selama PON mencapai triliunan rupiah, berarti ini dampak perekonomian yang luar biasa. Begitu juga dengan Festival Kopi kita tahu bahwa di Papua banyak macam kopi yang enak-enak, dan tadi ratusan UMKM turut berpartisipasi," kata Menpora Amali saat itu.

Untuk sukses lainnya seperti penyelenggaraan, Papua telah menunjukkan kepada dunia bahwa even olahraga besar pun mampu dilaksanakan dengan baik, lancar, aman, dan nyaman.

"Torang Bisa, Papua telah mampu menyelenggarakan even besar, dan ini kesuksesan pertama. Untuk sukses kedua prestasi, telah banyak atlet-atlet yang melahirkan rekor-rekor, dan menjadi pelapis menuju pelatnas, serta semoga sukses secara administrasi diraih, sebagai sukses ketiga," selorohnya.

Berita Populer

Latest News

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas