Tribun

Teknologi Periklanan Digital Cerdas Diujicoba di Proyek Properti Sinar Mas

Sinar Mas Land dan NEC mengimplementasikan teknologi periklanan digital cerdas (SDA) di ekosistem smart city Sinar Mas Land.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Teknologi Periklanan Digital Cerdas Diujicoba di Proyek Properti Sinar Mas
Handout
Living Lab Sinar Mas Land dan NEC mengimplementasikan teknologi periklanan digital cerdas atau Smart Digital Advertising (SDA) di ekosistem smart city Sinar Mas Land. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Living Lab Sinar Mas Land dan NEC menjalin kolaborasi untuk implementasi  teknologi periklanan digital cerdas atau Smart Digital Advertising (SDA) di ekosistem smart city Sinar Mas Land.

Chief Transformation Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani mengatakan, teknologi ini akan diterapkan di sejumlah ruang publik BSD City dan akan menjadi percontohan untuk seluruh proyek.

“Aplikasi teknologi ini pertama kali diterapkan di The Breeze dan Pasar Modern BSD City dengan menggunakan teknologi perangkat lunak NEC FieldAnalyst,” kata Gani, Selasa (12/4/2022)

Menurut Gani, teknologi ini akan mendisrupsi bisnis periklanan konvensional dalam perkembangan industri digital di Indonesia.

“Dengan SDA, kami memperluas ruang lingkup konsep smart city ke bisnis periklanan yang selama pandemi cukup kesulitan untuk menawarkan layanannya,” ucap Gani.

Baca juga: SMFG dan Dentsu Jepang Bentuk Perusahaan Bersama Bidang Periklanan

Melalui Living Lab Sinar Mas Land, pihaknya akan memanfaatkan sebanyak mungkin platform berbasis teknologi sebagai solusi untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada di masyarakat kota modern.

Baca juga: Gaet BTS, Bank KB Kookmin Kenalkan Kampanye Periklanan Pertama di Indonesia

Dalam implementasinya, SDA yang telah ada akan diintegrasikan dengan perangkat FieldAnalyst dari NEC untuk memanfaatkan informasi dari CCTV atau kamera lain secara real-time. 

“Teknologi biometrik NEC kemudian akan mengenali wajah dan mengklasifikasikannya berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin,” ucap Gani.

Wajah yang terdeteksi oleh sistem ini hanya digunakan untuk mengidentifikasi profil sesuai dengan kelompok pelanggan dan tidak akan ada informasi data pribadi yang disimpan. 

Berdasarkan identifikasi ini, SDA kemudian menampilkan iklan-iklan yang memiliki kecocokan target audiensi dengan profil orang tersebut.

Presiden Direktur NEC Indonesia Joji Yamamoto menyatakan, berkolaborasi dengan Sinar Mas Land untuk penyebarluasan teknologi SDA terbaru ini merupakan hal yang sangat potensial.

“Sinar Mas Land telah membangun smart city terbaik di Indonesia dan kedepannya tentu teknologi FieldAnalyst NEC dapat membawa solusi smart advertisement yang bisa diterapkan ke berbagai aspek bisnis dan gaya hidup masyarakat modern di Indonesia,” ucap Joji.

NEC merupakan salah satu perusahaan pertama di dunia yang mengembangkan dan mengkomersialkan teknologi pengenalan wajah dengan akurasi tinggi bahkan saat menggunakan masker guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Teknologi biometrik ini dapat digunakan sebagai identitas digital, pembayaran digital berdasarkan pengenalan wajah, atau membuat kontrol akses yang aman dan lancar di seluruh properti Sinar Mas Land khususnya BSD City serta ekosistem bisnis digitalnya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas